Organda dan Pengusaha Otobus Kudus Sambut Gembira, Kemenhub Tak Larang Mudik

oleh -2.111 kali dibaca
Pemilik Perusahaan PO Haryanto yang juga ketua Dewan Pembina Kudus H. Haryanto bersama Ketua Organda Kudus Mahmudun (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Menanggapi statemen Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam rapat kerja dengan DPR beberapa waktu lalu yang menyatakan tidak akan melarang masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini, ditanggapi gembira oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kudus dan para pengusaha otobus di kota kretek.

Ketua Organda Kudus, Mahmudun mengatakan pandemi covid membawa dampak besar bagi usaha otobus di Indonesia. Larangan mudik dan pembatasan aktivitas masyarakat mengakibatkan tak sedikit pengusaha otobus yang akhirnya koleps.

“Bahkan banyak pengusaha otobus yang akhirnya menjual bus-busnya. Karena tidak bisa menutup biaya operasional usahanya,” ujar Mahmudun, Selasa (06/04/2021).

Banyaknya pengusaha otobus yang koleps dinilai Mahmudun sebagai hal yang perlu diwaspadai pemerintah. Yakni munculnya pemudik terlantar akibat jumlah armada transportasi yang terbatas.

“Ini perlu diwaspadai pemerintah. Jangan sampai tahun ini ada kasus pemudik terlantar. Ini harus cegah, pemerintah saya rasa perlu mempersiapkan armada transportasi cadangan untuk meminimalisir kasus seperti ini,” katanya.

Lebih lanjut, Mahmudun memprediksi jumlah pemudik tahun ini mengalami peningktan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, pemudik yang gagal pulang ke kampung halaman tahun lalu. Dimungkinkan akan pulang kampung tahun ini.

“Namanya orang rindu kampung halaman, lebaran bersama keluarga. Susah dicegah,” ungkapnya.

Sementara itu Pemilik PO Haryanto yang juga ketua dewan pembina Organda H. Haryanto mengatakan, larangan mudik lebaran mengakibatkan sebagian masyarakat beraksi nekat. Seperti pulang kampung dengan naik kontainer. Ini tentu sangat berbahaya.

“Kontainer itu angkutan barang, tidak layak untuk mengangkut manusia,” ucapnya.

Untuk itu, dia berharap pemerintah selayaknya bisa bersinergi dengan pengusaha otobus dalam menciptakan operasional transportasi yang aman dan nyaman bagi pemudik.

Dia pun mengaku siap menerapkan protokol kesehatan ketat pada para pemudik. Termasuk mewajibkan pemudik melakukan tes GeNose atau swab dan melampirkan surat pernyataan bebas covid selama perjalanan.

“Kami siap mendukung progam pemerintah,” tuturnya.

Disinggung kesiapannya menghadapi gelombang mudik tahun ini. Haryanto mengaku telah siap. Mulai dari armada bus hingga awak bus telah disipkannya dengan baik. Termasuk penerapan protokol kesehatan selama perjalanan mudik.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seperti dikutip oleh media nasional mengungkap akan membuat mekanisme protokol kesehatan ketat yang disusun pihaknya dan Gugus Tugas Covid-19.

Pihaknya berkoordinasi dengan Gugus Tugas terkait mekanisme mudik yang akan diatur bersama dengan pengetatan, dan lakukan tracing pada mereka yang mereka yang akan berpergian. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.