Pandemi, Tunggakan Iuran BPJS Melonjak, Ikuti Program Relaksasi

oleh

Kudus, isknews.com – Masa pandemi dan keputusan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan memberikan banyak konsekuensi. Terutama bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi pada masa pandemi seperti sekarang ini. Salah satunya, terjadi banyak penunggakan iuran. Tunggakan iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ikut melonjak di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Kudus Maya Susanti mengatakan, total tunggakan iuran yang tercatat saat ini mencapai Rp 19,594 miliar.

Data BPJS Kesehatan Cabang Kudus menyebutkan, total peserta JKN di Kabupaten Kudus mencapai 690.361 jiwa.

Dari jumlah itu, tercatat sebanyak 33.380 orang peserta yang menunggak iuran. Selain tunggakan, cakupan kepesertaan yang sempat di kisaran 96 persen tahun lalu, kini anjlok di angka 79,95 persen.

“Naiknya tunggakan iuran ini memang tidak bisa dihindari di tengah dampak pandemi Covid-19 ini. Namun, BPJS Kesehatan telah menempuh sejumlah langkah untuk mengantisipasi terus membengkaknya tunggakan ini,” katanya.

Maya mengatakan, salah satu langkah untuk mengantisipasi tunggakan yang telah ditempuh yakni pemberlakukan sistem pembayaran otomatis (autodebit) dari rekening peserta.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Kudus Maya Susanti (Foto: YM)

“Saat mendaftar kami tanyakan rekening yang aktif. Jika masih ada saldo yang cukup harapannya secara otomatis terpotong untuk membayar iuran bulanan,” katanya.

Peserta mandiri atau pun badan usaha, lanjut Maya, juga bisa memanfaatkan program relaksasi tunggakan yang telah mencapai lebih dari enam bulan.

“Jika memiliki tunggakan lebih dari 1 tahun, diperbolehkan untuk membayar iuran enam bulan di tambah satu bulan berjalan. Sisanya diangsur sampai akhir 2021,” katanya.

Data BPJS kesehatan Cabang Kudus menyebutkan, total ada sebanyak 249 peserta yang mendaftar program relaksasi. Dari jumlah itu sebanyak 142 peserta telah membayar iurannya (57 persen).

Maya menambahkan, dampak pandemi Covid-19 juga membuat klaim iuran ke rumah sakit menurun. Hal ini imbas menurunnya jumlah pasien umum yang berobat menggunakan kartu JKN ke rumah sakit.

“Ada kemudahan yang bisa digunakan peserta JKN yang rutin berobat setiap bulan karena penyakit kronis misalnya. Obat bisa diambil di masing-masing FKTP. Dengan adanya rujuk balik dari spesialis di rumah sakit misalnya, obat langsung bisa diambil di masing-masing FKTP,” katanya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :