Kudus, isknews.com – Memasuki hari kedua, sejumlah calon siswa ditemani orang tuanya mendatangi SMA Negeri 1 Kudus, untuk meminta panduan pendaftaran sekolah. seperti diketahui, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA/SMK di Jawa Tengah tahun ini sudah dibuka secara online sejak rabu kemarin, karena dalam masa pandemi virus corona.
Meski dibuka secara online, SMA Negeri 1 Kudus, menyiapkan Sekretariat dan posko pengaduan penerimaan peserta didik baru 2020. sejumlah petugas disiapkan, untuk memandu calon siswa yang kesulitan mendaftar, Kamis (18/06/2020).
Memasuki hari kedua ini, sejumlah calon siswa ditemani orang tuanya mulai ramai mendatangi posko tersebut. rata-rata mereka mengeluh tidak bisa mendaftar secara online sejak kemarin di rumah.
Salah satu yang mengalami kesulitan pendaftaran adalah Adinda Cindy. ia mengaku sudah datang sejak kamis pagi pukul 07.00 WIB, namun hingga siang juga tak kunjung selesai. meski dirinya sudah dibantu pihak sekolah dengan menggunakan lab komputer yang ada, ia terkendala saat proses pemilihan sekolah yang dituju.
Tidak hanya calon siswa, orang tua yang ikut menemani anak-anaknya mendaftar sekolah juga turut menyesalkan. mereka mengaku sistem online yang tidak lancar justru membuat masyarakat pusing dan khawatir jika tidak mendapatkan sekolah yang didambakan.

“Sejak dari kemarin belum bisa, makanya saya ke sekolahnya langsung, karena kendalanya belum bisa pilih sekolah, kesini biar di kasih pengarahan dari gurunya,” kata Cindy calon peserta PPDB online.
Menurutnya dirinya sudah dating kesekolah ini sejak dari kemarin hari ini dating lagi bersama orangtuanya.
“Sampai siang ini belum bisa, kemarin kan nunggu email token belum bisa, terus dirumah nyoba sudah bisa sudah bikin pasword tinggal login, lha ini sidah login terus tapi masih belum bisa pilih sekolah, susah si. Tentunya yang rumahnya koneksi internetnya kurang kan kasihan kalau mau daftar online,” tambah Cindy.
Sri Nor Chasanah salah satu orang tua siswa mengaku sudah berusaha mendaftar dari kemarin lewat online, tapi gak bisa masuk.
“Karena KK belum ada satu tahun, jadi ke lock gak bisa, ini coba lagi di arahkan untuk coba lagi pakai surat keterangan domisili (SKD) tapi masih bermasalah belum bisa lagi, sudah bikin stres orang tua, pihak pihak terkait mohon di pertimbangkan biar tidak mumet,” kata Nor Chasanah.
Sementara menurut wakil bidang kesiswaan SMA Negeri 1 Kudus, Triastuti Evawani menjelaskan jika kendala pendaftaran online terjadi secara umum. ia menduga, gangguan itu disebabkan banyaknya masyarakat yang mengakses situs PPDB online.
“Karena ada kendala pada calon pendaftar lewat PPDB online yang disebabkan oleh sejumlah hal, akhirnya menjadikan mereka panik terus datang kesekolah. Disini mereka tetep kita bantu,” kata Triastuti.
Menurut dia, kemarin dapat informasi dari Provinsi maupun dari Telkom bahwa ada perbaikan jaringan atau maintenan, mereka menyebutnya dengan istilahnya sinkronisasi dengan dukcapil, kemudian untuk hari ini tadi permasalahannya kebanyakan yang mengonlinekan itu adalah tidak bisa memilih sekolah.
“Pilihan sekolah tidak bisa di buka, kemudian tadi dari pihak operator sudah laporan, di wa grup memberitahukan bahwa untuk saat ini untuk tambah sekolah itu di data dulu atau lewat google Chrome sambil menunggu perbaikan perbaikan,”ungkapnya.
Pihak sekolah meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu panik, karena pendaftaran siswa baru 2020 jenjang SMA dan SMK di akan berlangsung hingga tanggal 25 juni mendatang. (YM/YM)










