Pasien Status PDP Covid-19 Asal Jepara Meninggal di RS Mardi Rahayu Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Seorang pasien berstatus dalam pengawasan (PDP) asal Jepara yang dikabarkan dirujuk ke Rumah Sakit Mardi Rahayu Semalam, Minggu (22/03) pagi tadi meninggal dunia sebelum sempat di ambil swab lendir tenggorokannya untuk di lakukan uji laboratorium di Jakarta. Pengambilan swab dan pengujian di Jakarta itu diperlukan untuk mengetahui pasien positif covid 19 atau tidak.

Menurut juru bicara tim gugus tugas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit COVID-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi, diketahui pasien pria berusia 65 tahun itu saat datang ke RS Mardi Rahayu Kudus dalam kondisi yang buruk, karena selain dinyatakan PDP Covid 19, pasien tersebut juga memiliki sejumlah penyakit penyerta yang lain.

“Jadi benar pemberitaan tentang kematian pasien itu tadi pagi, bahwa pasien itu datang dengan suspect PDP, namun disertai juga dengan penyakit berupa kencing manis, hipertensi dan jantung, namun meninggalnya karena PDP atau karena penyakit penyerta yang lain itu belum diketahui, karena memang belum sempat di Swab,” ujar Andini, Senin (23/03/2020).

ilustrasi penanganan pasien covid 19 pada saat simulasi (Foto: YM)

Ia mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit belum melakukan tes sampel swap tenggorokan karena belum tersedia alat VTM (viral transport media) atau pengangkut sampel spesimen untuk dikirim ke laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Namun pada pemulasaraan jenazahnya kami tetap menggunakan SOP pasien positif Covid 19, kita ambil kemungkinan terburuk meskipun belum dilakukan uji atas swab,” kata dia.

Hal itu menurutnya, untuk antisipasi jika pasien ternyata memang positif COVID-19 meskipun kenyataannya hingga sekarang belum bisa dipastikan penyebab kematiannya apakah karena penyakit penyerta atau virus tersebut.

Pasien asal Jepara ini  pernah ke Jakarta, kemudian mengeluh sesak napas. Setelah dilakukan pemeriksaan juga diikuti penyakit penyerta yang sifatnya sudah komplikasi.

Atas kematiannya itu, sudah diinformasikan kepada pihak Pemkab Jepara agar dilakukan penelusuran kontak pasien dengan orang lain.

“Penelusuran kontak terhadap PDP tidak hanya disebabkan karena pasiennya meninggal, tetapi kondisi orang PDP yang masih hidup sekalipun tetap harus dilakukan penelusuran sebagai antisipasi kemungkinan adanya yang membawa virus tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya di menurut Gugus Tugas covid 19 Kudus, di wilayahnya telah mendata ODP 84 Orang dan PDP sebanyak  13 Orang diamana 3 orang Dirawat di RS ‘Aisyiyah dan  2 di RS Mardi Rahayu Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :