Pasien Warga Demak Yang di Kabarkan Kabur Saat Akan Dirujuk Ke RSUD, Bukan Suspek Corona

oleh

Kudus, isknews.com – Heboh kabar kaburnya seorang pasien yang sebelumnya sempat diperiksa di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dan akan di rujuk ke RSUD Loekmono Hadi Kudus, ditanggapi oleh Kepala Bidang Penanggulangan dan Pancegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatab Kabupaten (DKK) Kudus Nasiban.

Menurutnya pasien yang sempat diduga suspect corona dan menolak dibawa ke RSUD dr Loekmono Hadi Kudus itu ternyata ada kesalahpahaman antara pihak pasien dengan dokter RS Mardirahayu yang melakukan penanganan awal.    

Menurutnya, dari hasil pelacakan Satgas Covid-19 Kudus bersama Satgas Covid-19 Demak, pasien tersebut berasal dari Kabupaten Demak. 

“Beberapa waktu lalu yang bersangkutan pernah menjadi pasien rawat inap di RS Mardirahayu, dengan keluhan penyakit tifus. Pada Minggu siang, 15 Maret 2020, pasien itu bersama keluarganya datang kembali ke rumah sakit untuk kontrol. Dari kronologi kejadian, pasien tipis dimungkinkan mengidap Covid-19,” katanya.

TRENDING :  Unit Pelayanan Hemodialisa

Kebetulan, saat kontrol, pasien mengalami gangguan saluran pernapasan berupa demam dan batuk. Ketika ditanya oleh dokter, mengenai riwayat perjalanan ke luar negeri.

“Pasien mengaku pernah umrah dan sempat transit singgah di salah satu negara terjangkit corona, yakni Australia,” tuturnya, Selasa (17/03/2020). 

Mendengar pernyataan ini, tim medis rumah sakit tersebut berencana merujuk pasien ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

“Sebab ada indikasi yang bersangkutan mengalami gejala penyakit mirip terjangkit virus corona dan punya riwayat perjalanan ke luar negeri.,” terang dia.

TRENDING :  Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Pemdes Beketel Beli Ambulan
Ilustrasi penaganan pasien suspek corona saat simulasi di RSUD Loekmono Hadi (Foto: YM)

Dirujuk ke RSUD Loekmono lantaran itu merupakan rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di eks Karesidenan Kabupaten Pati.

“Kesalahpahamannya di sini. Jadi pasien tersebut melakukan umrah dan singgah di Australia dua bulan lalu. Sedangkan keluhan demam dan batuknya baru dirasakan beberapa hari ini,” ujar Nasiban,

Keterangan ini, kata dia, didapat dari istri pasien yang diketahui berjualan daging di salah satu pasar tradisional di Kudus. Istri pasien juga menuturkan, jika suaminya telah terbang ke Jakarta untuk bekerja.

Selain itu, Satgas Covid-19 juga berkeyakinan pasien tersebut tidak terpapar virus corona. Yang bersangkutan selama ini juga tidak masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

TRENDING :  Omzet Bazaar Ramadan Karang Taruna BIMA Getassrabi Catat Angka 70 Juta

“Dari kronologi kejadian, pasien tipis dimungkinkan mengidap Covid 19 Karena dia tidak pernah berinteraksi maupun bersentuhan langsung dengan penderita Covid-19. Riwayat perjalanannya juga tidak mendukung pasien sebagai ODP corona,” kata Nasiban.

Terpisah perwakilan RS Mardirahayu Kudus, dr. Yuliana Wara mengatakan hasil uji laboratorium yang dilakukan kepada pasien tidak mendukung penetapan suspek Covid-19. “Pasien tersebut bukan suspek corona,” ujar dia. 

Sementara Direktur RSUD Kudus, dr. Aziz Achyar dalam sebuah kesempatan mengaku pernah mendengar hal tersebut, adanya pasien yang menurutnya melarikan diri saat akan di rujuk di RSUD yang dipimpinnya.

“Namun saya tidak melihat sendiri, jadi saya tidak bisa berkomentar apapun,” terang Aziz. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :