Pedagang Jajan Gang 4 Rayakan Hari Jadi ke 46 dan Syukuri Tak Jadi Dipindah

oleh -452 Dilihat
Camat Kota Kudus Endah Pramudyawati saat memberikan sambutan harui jadi PKL gang 4 ke 46 (foto: YM)

Kudus, isknews.com – Para pedagang kakli lima yang menjual jajanan dan biasa mangkal di Jalan mangga atau lebih familier di sebut Gang 4, hari ini merayakan hari jadinya yang ke 46. Dengan perayaan sederhana di gelar di halaman gedung pertemuan Griya Raharja yang lokasinya tak jauh dari trotoar yang biasa mereka gunakan berjualan setiap harinya.

Ditempat itu puluhan pedagang merayakannya dengan pemotongan tumpeng dan hiburan musik dangdut, yang juga dihadiri oleh Camat Kota Endah Pramudyawati dan Lurah Panjunan Moerijanto, Minggu (22/09/2019).

Pedagan jajanan di jalan Mangga atau gang 4 Kelurahan Panjunan Kudus (Foto: YM)

Di usianya yang cukup matang itu, mereka bertekad untuk berbenah diri dari berbagai aspek. Sunarto, Ketua Panitia mengatakan, perayaan tersebut merupakan salah satu wujud rasa syukur atas perjalanan hidup para PKL. Menurutnya, masyarakat setempat telah memperoleh limpahan rejeki di kawasan tersebut.

Untuk itu, melalui acara tersebut pihaknya mengajak warga berdoa agar kenikmatan yang telah diberikan Tuhan bisa memberkahi setiap usaha mereka.

”Kami juga bersyukur karena tak jadi di pindah ke Pasar rakyat. Kawasan PKL ini telah berdiri sejak tahun 1973 an. Para orang tua kami telah mewariskan ladang rejeki yang sampai sekarang masih bisa kami nikmati,” ungkap Sunarto.

Untuk menambah rasa syukur itu, pihaknya bersama pengurus paguyuban PKL berniat untuk memperbaiki diri dalam menjalankan usaha. Seperti meningkatkan kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas dagangan, dan meningkatkan ketertiban.

Terkait ketertiban, Sunarto mengaku sejauh ini memang masalah parkir masih menjadi persoalan utama. Menumpuknya kendaraan saat jam-jam ramai masih jadi keluhan pengguna jalan lain yang melewati jalur tersebut. Untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya telah menyiapkan kantong parkir di salah satu tanah kosong di area tersebut.

”Rencananya pedagang tetap kami tempatkan di trotoar. Namun, untuk para pembeli yang membawa kendaraan akan kami arahkan untuk parkir di lahan kosong yang sudah kami siapkan,” katanya.

Sementara itu, Camat Kota Endah Pramudyawati dalam sambutanya mengintruksikan, agar para PKL segera berbenah. Baik dari segi kebersihan, ketertiban, maupun kenyamanan.

“Selama anda semua masih diijunkan berjualan disini, kami minta saudara memperbaiki tata kelola terutama parkir dan upayaakan kelancaran lalulintas, karena ini yang sering menjadi keluhan warga,” ujar Camat.

Selain itu, pihaknya juga meminta para PKL memperhatikan kesehatan makanan yang mereka jual. Endah akan memberi pengawasan khusus kepada para PKL yang abai dengan kesehatan makanan.

”Yang pasti makanan harus higenis dan layak konsumsi. Para PKL harus memberikan yang terbaik untuk pembeli,” tuturnya.

Sebelumnya Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus berencana melakukan pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) gang 4 ke los Pasar Rakyat di kawasan Pasar Baru wergu Wetan Kudus. Namun rupanya menuai protes dari pedagang. Pedagang mengklaim pemindahan ini tidak strategis. Untuk itu eksekusi pemindahan ditunda hingga beberapa waktu. 

Paguyuban pedagang sudah mengirimkan surat penolakan kepada dinas terkait dan Plt Bupati Kudus HM. Hartopo. Namun, hingga saat ini surat tersebut belum ada tanggapan.

Mereka beralasan kalau pindah ke lokasi baru. Dia takut kehilangan pelanggan. Hal ini bakal memengaruhi omzetnya dan desain ;osnya dirasa kurang pas karena bentuk losnya sebenarnya untuk penjual ikan, tidak cocok untuk jualan jajan. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.