Kudus, isknews.com – Beberapa hari ini, dari kabar yang berkembang, sebagian pelaku industri kecil menengah di Kabupaten Kudus, khususnya konveksi harus mengalami kelesuan, bahkan ada yang harus tidak berproduksi atau bangkrut. Hal tersebut yang membuat Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno angkat bicara, Kamis (31/8/17).
Dikatakan olehnya, pelaku usaha yang bergerak dibidang konveksi, nantinya di edukasi kemampuan pengelolaan keuangan untuk meningkatkan kemampuan manajemen usahanya.
Dari mereka, sebagian besar hanya terima produk pesanan tanpa bisa membuat produk yang minati pasar. Sebab itulah, kata Imam, mereka perlu dilatih tata cara kelola uang dengan baik, yang dilengkapi dengan pembukuan. Bekal lain yang akan diberikan, yakni terkait kemampuan mereka dalam membuat produk yang mampu bersaing di pasar serta tata cara pemasarannya.
Imam mengatakan, jika hanya mengandalkan pesanan maka hal tersebut membuat mereka kurang produktif, tidak bisa berinovasi dan berpikir kreatif. Sehingga, jika sepi pemesan, usaha mereka semakin lesu dan ada yang harus gulung tikar. Pasalnya, kata dia, mereka tidak mampu menciptakan produk busana yang bisa diterima pasar, karena selama ini mereka terbiasa hanya mengerjakan pesanan orang lain.
Terkait dengan pemasaran, dia menggagas, untuk dibuatkan tempat belanja online baik di website atau lewat sosial media. Nantinya, produk mereka, bisa diakses masyarakat luas tanpa biaya yang mahal dan transaksinya juga lebih aman.
Dikatakan Imam, anggaran untuk pelatihan tersebut akan diusulkan melalui APBD 2018. Just untuk mendorong pemilik usaha konveksi di Kudus agar lebih maju, sudah dimulai dengan memberikan kesempatan para perancang baju setempat untuk mengikuti pameran di tingkat Regional. “Asalnya sudah di zona aman, padahal fashion berkembang terus jadi jangan sampai ketinggalan tren yang ada. Sudah saatnya, kata Imam, mereka naik level dari yang semula hanya menerima pesanan, menjadi desainer baju yang handal dan nantinya bisa memproduksi busana hasil ide kreatif dari rancangan sendiri.” pungkasnya (AJ)










