Pembangunan Infrastruktur Blora Terlambat

oleh -401 Dilihat

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Pembangunan infrastruktur wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah yang diharapkan selesai sebelum lebaran, terancam tidak bisa direalisasikan. Pasalnya, banyak infrastruktur yang saat ini masih dalam proses lelang.

Seno Margo Utomo, Pengamat Pengguna Anggaran Blora, menjelaskan, bahwa dalam pengamatannya di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Blora masih banyak pekrjaan yang masih proses lelang. Padahal, pekerjaan penting lain, diharapkan bisa selesai sebelum hari Raya Idul Fitri.
Seharusnya, menurut Seno, minimal sudah ada 25 Persen yang sudah dikerjakan. “Dari 300-an proyek fisik di APBD Kabupaten dan Provinsi, harusnya minimal sudah 25% dikerjakan,” kata mantan anggota DPRD Blora ini yang saat ini duduk pada Tenaga Ahli Komisi VII DPRRI, Rabu (3/4/2017).

Mengetahui hal itu, dirinya teringat silpa tahun 2016 lalu yang mencapai Rp300 milyar. “Silpa tinggi masih membayangi, jika serapan masih kecil,” terangnya. Padahal, kata dia, pada bulan Juli nanti Pemkab Blora harus mengajukan RAPBD tahun 2018 dengan asumsi serapan minimal sudah 50%. “Sekarang paling baru 5%, itu dilura gaji,” tandasnya.

Menurutnya, Pemerintah berjanji Februari dilaksnakan lelang, sehingga pekerjaan bisa cepat dilaksanakan. “Tapi sampai Mei ini belum ada realisasi,” terangnya. Pihaknya mengaku, telah melakukan pengecekan dalam list proyek. “Ternyata proyek nomor 1 baru pengumuman tahap Upload dokumen penawaran tanggal 4 Mei 2017,” terangnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Bondan Sukarno memperkirakan proses lelang sejumlah proyek akan dimulai pertengahan atau akhir bulan Februari.
Sesuai ketentuan yang berlaku, lelang pengadaan barang dan jasa dilakukan terbuka serta diumumkan di website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Blora.

Bondan Sukarno yang juga mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menyatakan, Pemkab Blora berkomitmen melakukan percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan termasuk bangunan gedung. Prioritas percepatan diantaranya ditujukan pada pembangunan jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana alam. Seperti jalan Banjarejo-Ngawen.

Selain itu, jalan dan jembatan yang berada di jalur utama dan menjadi sarana akses masyarakat umum. Diantaranya jalan di Kalisari di jalur Blora-Randublatung yang beberapa hari lalu sempat ditutup karena ambles di salah satu bagian. “Pengerjaan perbaikannya sudah harus selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri, akhir Juni,” tandasnya. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.