Rembang, ISKNEWS.COM – Pembangunan Waduk Randugunting yang rencananya akan dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, bulan ini telah memasuki tahapan pembebasan lahan untuk calon lokasi embung. Waduk tersebut terletak di desa Kalinanas, kecamatan Japah, kabupaten Blora.
Kepala Bidang Perencanaan dan Program BBWS Pemali Juana, Dani menjelaskan, nantinya pembangunan waduk tersebut, akan menggunakan anggaran APBN yang dikucurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Dilihat dari letaknya, pembangunan waduk dapat memberikan banyak manfaat bagi warga sekitarnya.
“Waduk itu kedepannya dapat memberikan manfaat banyak, untuk pengendali banjir dan supali air baku, juga dapat bermanfaat untuk irigasi pertanian serta pariwisata,” jelasnya.
Dani menambahkan, nantinya Waduk Randugunting ini akan digunakan untuk membantu pengairan di Kabupaten Rembang, Pati dan Blora. Sehingga, pasokan air yang digunakan untuk pengairan sawah dapat tercukupi.
Disisi lain, Bupati Rembang, Abdul Hafidz memperkirakan, pada dua tahun kedepan para petani di Kecamatan Sumber dan Kaliori akan makmur. Hal tersebut dikarenakan lahan pertaniannya akan mendapat suplai air yang cukup dari Waduk Randugunting, sehingga tidak perlu membeli air lagi untuk sekedar membasahi sawah.
“Di Kalinanas itu nanti tahun 2020 air dari Randugunting, Insyaallah sampai ke Sumber. Jadi orang Sumber dan orang Kaliori empat tahun lagi makmur, karena ini sudah mulai pembebasan lahan di Randugunting,” pungkasnya.
Pembangunan waduk memerlukan lahan seluas 241.428 hektare yang akan menampung air sebanyak 10,40 Juta m³. Pembangunannya sendiri akan mulai dilakukan pada tahun 2018 dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2020. (RTW/AM)








