Pemkab Blora Gelar Sarasehan FKUB

oleh -1,151 kali dibaca

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Blora Jawa Tengah, selenggarakan sarasehan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), Senin (15/5/2017). Bertempat di Ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan potensi perpecahan.
Sebanyak empat narasumber dihadirkan dalam sarasehan tersebut. Diantaranya, Rozihan, seorang akademisi dosen Unissula Semarang sekaligus Wakil Ketua FKUB Jawa Tengah, Nuril Anshori Kepala Kemenag Blora, AKP Sumaidi Kasat Binmas Polres Blora dan Ishad Shofawi Kepala FKUB Kabupaten Blora. Dihadiri pula oleh 100 orang dari unsur masyarakat lintas agama, TNI, Polri serta akademisi.

“Sarasehan ini kami laksanakan sebagai upaya preventif untuk mencegah potensi perpecahan dan kerusuhan ditengah santernya pemberitaan yang sangat cepat tersebar di dunia maya, khususnya yang memuat isu SARA,” Kepala Kantor Kesbangpol Blora, Mei Nariyono.
Ia berharap dengan dilaksanakannya Sarasehan FKUB ini bisa menciptakan suasana kedamaian, saling menghormati, toleransi, dan menjunjung tinggi aturan hukum yang berlaku demi tegaknya persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

Wakil Bupati Arief Rohman dalam sambutannya mengajak kepada seluruh umat beragama yang ada di Kabupaten Blora untuk senantiasa menciptakan kerukunan dan kebersamaan. “Selama ini Blora sudah cukup kondusif, namun bukan berarti tidak ada potensi perpecahan. Kedepan kerukunan dan keharmonisan ini harus terus dipupuk, salah satunya dengan melaksanakan sarasehan seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan sarasehan yang bertepatan dengan bulan Mei ini sekaligus mengingatkan semuanya bahwa pada bulan Mei tahun 1908 dahulu bangsa Indonesia mencetuskan kebangkitan nasional. Jika dirunut sejarah berdirinya bangsa Indonesia pada hakekatnya didirikan di atas kerukunan antar umat beragama.

“Ingatlah, pada hakekatnya semua agama mempunyai platform yang sama kepada Tuhan Yang Maha Esa, hanya caranya yang berbeda-beda. Maka sudah sepantasnya kita dipanggil dengan sebutan yang sama yaitu Umat Beragama yang majemuk. Perbedaan bukan pemicu perpecahan, perbedaan itu rahmah,” lanjut Arief Rohman.

Penyebaran radikalisme dan paham ISIS yang santer terdengar akhir-akhir ini juga menjadi sorotan Arief Rohman. Ia mengajak agar seluruh FKUB untuk sering bertemu, melakukan dialog dan sharing tentang potensi kerawanan yang bisa menimbulkan konflik horisontal sebagai upaya pencegahan serta mediasi dini.
Dia berharap, FKUB bisa berkontribusi mendukung kemajuan pembangunan dan terselenggaranya kehidupan masyarakat yang rukun damai sejahtera, dengan mengembangkan seluruh potensi dan perannya secara baik. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.