Pendapa Kudus Bergetar, Genderang dan Anthem Persiku Iringi Kemenangan Dramatis 1-0 atas Persela

oleh -1012 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo yang menemani para suporter nobar laga Persiku Kudus Vs Persela Lamongan merespons positif hasil tiga poin pertama yang diraih Persiku di putaran ketiga Championship, Sabtu 21/2/2026 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pendapa Kabupaten Kudus benar-benar bergetar, Sabtu (21/2) malam. Dentuman genderang, gemuruh yel-yel, hingga lantunan anthem “Persiku Untukmu Kebanggaan” mengiringi kemenangan dramatis Persiku Kudus 1-0 atas Persela Lamongan dalam lanjutan Championship 2025/2026 di Stadion Sriwedari Solo.

Sekitar 2.000 suporter Laskar Macan Muria memadati lokasi nonton bareng (nobar) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kudus. Dua layar besar disiapkan panitia, masing-masing layar LCD di ruang indoor pendapa dan layar proyektor di halaman depan. Antusiasme yang membludak membuat suporter meluber hingga ke luar area gedung.

Tak hanya itu, penyelenggara nobar juga mendatangkan sejumlah pedagang angkringan dan kaki lima, lapak kopi dan makanan di lokasi halaman luar Pendopo, Tak perlu menunggu waktu lama beraneka dagangan itu langsung ludes diserbu para penonton yang hadir dari sejumlah sudut kota Kudus. Namun suasana nobar tetap ceria dan tertib.

Sejak awal laga, suasana sudah terasa seperti di stadion sungguhan. Nyanyian tak pernah putus, ditingkahi tabuhan genderang yang menghentak, membuat pendapa seolah berguncang. Setiap sentuhan bola para pemain Persiku disambut sorakan penuh harap.

Tak hanya nobar, suasana makin meriah dengan pentas musik di sela-sela jeda pertandingan. MC nobar juga menghidupkan atmosfer lewat berbagai gim interaktif berhadiah bagi penonton. Kebersamaan dan semangat kolektif terasa kental sepanjang malam.

Di atas lapangan, Persiku yang harus pindah kandang dari Stadion Wergu Wetan karena belum memenuhi syarat menggelar laga malam selama Ramadan, tampil agresif. Pelatih Bambang Pujo Sumantri menurunkan kekuatan terbaiknya, termasuk trio Brasil Caique Souza, Jaimerson da Silva Xavier, dan Igor Costa.

Persiku mencatatkan 54 persen penguasaan bola, namun babak pertama berakhir tanpa gol. Momentum krusial hadir pada menit ke-76 saat gelandang Persela, Mena Perez, menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Unggul jumlah pemain langsung dimanfaatkan maksimal. Pada menit ke-76, Caique Souza memanfaatkan bola di depan gawang dan melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihalau kiper Persela, Rafli Mahreza. Gol tersebut sontak memecah kebuntuan sekaligus memantik ledakan kegembiraan di Pendapa Kudus.

Sorak sorai membahana, genderang ditabuh semakin kencang, dan kembang api menyala menerangi langit malam. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Usai pertandingan, ribuan suporter berdiri dan saling merangkul. Dengan penuh semangat, mereka kompak menyanyikan anthem “Persiku Untukmu Kebanggaan”, menghadirkan suasana haru sekaligus bangga. Satu per satu suporter meninggalkan pendapa dengan wajah tersenyum dan penuh kegembiraan.

Tambahan tiga poin ini membuat Persiku mengoleksi 19 poin dan tetap bertahan di peringkat ketujuh Grup B, sementara Persela Lamongan tertahan di peringkat keenam dengan 30 poin.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang hadir bersama Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengapresiasi dukungan positif para suporter. Ia berharap kebersamaan dan semangat tersebut terus terjaga, sekaligus menjadi energi bagi Persiku untuk terus meraih hasil terbaik dan suatu saat menembus Liga 1. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.