Kudus, isknews.com – Pembinaan wawasan kebangsaan tingkat kecamatan Bae bagi pelajar SLTA telah diselenggarakan oleh pemerintahan Kecamatan Bae di Aula Kec. Bae Kab. Kudus, Selasa, (22/8/2017).
Ketua panitia Novandi Tjahyo Widodo, SH mengatakan, Acara yang dihadiri sekitar 40 orang itu dihadiri segenap tamu undangan. Diantaranya Mintoro, AP (Camat Bae), Kapten Inf Sulikan (Danramil 06/Bae), Aiptu Wachid (Kanit Humas Polsek Bae), Novandi Tjahyo Widodo, SH (Kasi Trantib Kec. Bae) dan para siswa siswi SLTA Kecamatan Bae.
Dibuka langsung oleh Wasbang Mintoro, AP, dalam sambutannya mengapresiasi digelarnya acara ini, semoga Wasbang ini bagi generasi muda dapat menambah cinta tanah Air dan Bangsa dan diharapkan yang hadir ini bisa menjadi penyambung lidah kepada rekan-rekan minimal di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif dalam rangka memperingati HUT RI ke 72.
“Saya berpesan agar kegiatan ini diikuti dengan baik sampai selesai agar adik-adik paham dan mengerti apa itu wawasan kebangsaan,” ujarnya
Kapten Inf Sulikan Danramil 06/Bae dalam materinya menceritakan, Indonesia merupakan negara besar tapi dulu sebelum ada pemerintahan hidupnya berkelompok-kelompok tapi dengan perkembangan zaman Indonesia dapat bersatu diawali dengan kerajaan Sriwijaya.

Dikatakannya, Pada tahun 1025 kerajaan Sriwijaya pecah karena perebutan tahta putra mahkota dan setelah itu tumbuh kerajahan Majapahit dimana kekuasaanya lebih luas lagi. Dengan kehancuran itu, lanjutnya, maka masuklah Belanda dan dikuasai oleh Belanda itu akibat dari perpecahan yang timbul di dalam kerajaan Majapahit.
Diketahui, Bangsa Belanda masuk ke Indonesia dengan cara perdagangan dengan maksud menguasai hasil bumi yang berada di Indonesia untuk dibawa ke Belanda dan dengan cara politik pecah belah bangsa Indonesia dapat dikuasai. Untuk itu saya berharap pada generasi muda supaya jangan mudah di pecah-belah karena dengan pecah belah bangsa lain akan mudah masuk.
Ditambahkannya, Dengan wawasan kebangsaan ini mudah mudahan adik-adik dapat memahami dan mengamalkan serta dapat menjadi motifator bagi teman-temannya. Persatuan dan kesatuan serta rasa nasionalisme kita harus dipegang teguh jangan sampai kita terjebak dengan pergaulan yang tidak benar apalagi sampai terjerumus dengan Narkoba.
Karena narkoba merupakan alat untuk melemahkan generasi muda kita karena sangat berpengaruh pada generasi penerus bangsa, maka itu kita harus bersatu dan menjauhi barang haram tersebut.
Indonesia memiliki potensi alam yang sangat melimpah, sehingga memungkinkan negara kita menjadi negara yang besar dan maju sehingga perlu antisipasi, persiapan matang guna menjamin tegaknya keutuhan dan kedaulatan NKRI.
Sementara itu, Aiptu Wachid (Kanit Humas Polsek Bae) mengatakan, generasi muda sebagai sumber daya yang potensial bagi Bangsa akhir-akhir ini sangat mencemaskan karena ada pihak-pihak yang berusaha untuk memecah belah Bangsa Indonesia.
Saya harapkan dengan kegiatan ini adik-adik dapat memahami dan memahami serta menularkan apa yang sudah didapat di acara ini. Negara Indonesia merupakan negara yang agraris yaitu negara yang suber daya alamnya sangat melimpah dan beraneka ragam suku dan budaya sehingga bangsa lain berusaha untuk memiliki negara kita.
Untuk itu sebagai generasi penerus kita harus paham akan wasbang yaitu cinta tanah air dan bangsa karena dengan cinta tanah air dan bangsa akan menumbuhkan rasa persatuan antar kita sehingga bangsa lain susah untuk menguasai Indonesia. Bangsa lain dengan berbagai cara ingin menguasai diantaranya dengan politik memecah belah dan perang sosial media. Untuk itu adik-adik dalam menggunakan sosmed harus pintar dan bijak.
Untuk itu pada kesempatan kali ini saya berpesan kepada adik-adik supaya jauhi narkoba karena dengan narkoba masa depan generasi muda akan rusak dan mudah untuk dimasuki oleh negara asing. (AJ)










