Kudus, isknews.com – Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Bupati Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton, Pemerintah Kabupaten Kudus tancap gas mempercepat pembangunan infrastruktur. Fokus ini dipilih sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi ekonomi, sekaligus menekan dampak banjir musiman yang kerap menghambat aktivitas warga.
Jika pada tahun pertama konsentrasi tertuju pada penataan program dan konsolidasi anggaran, maka tahun kedua menjadi fase percepatan realisasi fisik di lapangan. Sejumlah proyek jalan, irigasi, hingga sanitasi mulai dieksekusi dengan skema pembiayaan kolaboratif.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan fondasi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, jalan yang baik memperlancar mobilitas barang dan jasa, irigasi menjaga produktivitas pertanian, sementara sanitasi meningkatkan kualitas kesehatan warga.
“Kami tidak ingin keterbatasan APBD menjadi alasan untuk berhenti membangun. Seluruh OPD kami dorong aktif mengakses pendanaan dari pusat maupun provinsi agar percepatan tetap berjalan,” tegasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo, menyebut sejumlah proyek vital yang lama tertunda kini mulai tertangani. Salah satu contohnya adalah perbaikan Jalan R Agil yang sebelumnya tidak tersentuh selama lebih dari satu dekade.
Di tengah pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), Pemkab Kudus memaksimalkan berbagai sumber pendanaan. Untuk perbaikan jalan, pemerintah memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahap pertama serta dukungan dana Instruksi Jalan Daerah (IJD) dari pusat.
Sektor pertanian juga mendapat perhatian melalui alokasi sekitar Rp3 miliar dari APBD dan Bantuan Gubernur (Bangub) untuk memperbaiki dua jaringan irigasi besar. Program sanitasi menyasar 300 rumah warga berdasarkan data kesehatan terbaru, disertai penyaluran hibah sarana air bersih di wilayah pedesaan.
Sementara dalam pengendalian banjir, Pemkab bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk normalisasi Sungai Wulan dan Sungai Juwana serta mengoptimalkan fungsi kolam retensi yang mulai menunjukkan hasil dalam mengurangi genangan.
Pembangunan yang dipacu pada tahun kedua ini dipastikan tidak hanya terpusat di kawasan kota, tetapi juga menjangkau wilayah pedesaan. Pemerataan infrastruktur diharapkan mampu mendorong roda ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Kudus. (YM/YM)











