Sebelum memperingati Hari Anak Nasional, Siswa Siswi SMP NU Al-Maruf Kudus melaksanakan sholat dluha bersama, sebagaimana telah dilaksanakan setiap harinya sebelum KBM. (Dok. ist.)
Kudus, isknews.com – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, SMP NU Al-Ma’ruf Kudus menggelar berbagai kegiatan edukatif dan menyenangkan yang melibatkan seluruh siswa, guru, dan karyawan pada Rabu pagi (23/7/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sekolah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak yang menjadi tanggung jawab bersama.
Peringatan HAN tahun ini mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” dengan tagline inspiratif “Anak Indonesia Bersaudara.” Selaras dengan tema tersebut, SMP NU Al-Ma’ruf berinovasi melalui rangkaian kegiatan yang menyeimbangkan aspek spiritual, fisik, dan sosial anak.
Kegiatan dimulai sejak pukul 06.50 WIB. Seluruh siswa hadir dengan mengenakan seragam olahraga dan sepatu olah raga, sementara para guru dan karyawan memakai kaos Harlah ke-58 dengan bawahan training hitam. Mereka berkumpul di lapangan voli sekolah dengan membawa perlengkapan ibadah, seperti mukena untuk siswi dan peci untuk siswa.
Acara diawali dengan sholat dhuha sendiri-sendiri secara bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SMP, kemudian bersama-sama melaksanakan senam anak sehat. Usai senam, seluruh peserta menikmati momen makan bersama dengan bekal yang dibawa masing-masing dari rumah, dilanjutkan dengan bermain bersama melalui berbagai permainan tradisional seperti lompat tali, engklek, dan grobak sodor.
Kepala SMP NU Al-Ma’ruf Kudus, Miftah Baidlowi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk karakter anak yang sehat lahir batin, cinta tanah air, serta mampu menjalin kebersamaan dan kerja sama. Adapun sholat dhuha sendiri memang sudah dijalankan setiap harinya saat sebelum KBM berlangsung, dan hari ini kebetulan bersamaan dengan peringatan hari anak nasional (HAN),
“Tujuan diadakannya apel dan rangkaian kegiatan ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, spiritualitas, serta kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Anak-anak perlu dikenalkan pada permainan tradisional agar tidak kehilangan identitas di tengah arus digital,” jelasnya.
Foto permainan tradisional yang dimainkan sejumlah siswa siswi SMP NU Al-Ma’ruf Kudus.
Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi bagian dari inovasi peringatan Hari Anak Nasional yang membekas dalam ingatan peserta didik.
“Harapannya, anak-anak merasa diperhatikan, senang, dan tumbuh menjadi generasi hebat yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
“Dengan pendekatan menyenangkan dan edukatif, SMP NU Al-Ma’ruf Kudus menunjukkan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik di momentum Hari Anak Nasional,” pungkasnya. (AS/YM)