Perkuat Kompetensi Guru, Kombel Bergema Gelar ToT KSE dan Pembelajaran Mendalam

oleh -512 Dilihat
Suasana pelaksanaan ToT bertajuk “Dari Pengetahuan ke Kesadaran: Integrasi Kompetensi Sosial Emosional dalam Pembelajaran Mendalam di SD” di Wisma Djarum Ploso, Kudus. Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan fasilitasi untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid. (Foto: Dok.istimewa)

Kudus, isknews.com – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan Komunitas Belajar (Kombel) Bergema KKG SD Korwilcam Pendidikan Mejobo. Salah satunya melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) bertajuk “Dari Pengetahuan ke Kesadaran: Integrasi Kompetensi Sosial Emosional (KSE) dalam Pembelajaran Mendalam di SD” yang digelar di Wisma Djarum Ploso, Kudus, Jumat-Sabtu (12-13/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 37 pengurus Kombel Bergema yang dipersiapkan menjadi fasilitator bagi guru-guru sekolah dasar di delapan gugus wilayah Korwilcam Pendidikan Mejobo. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Kombel Bergema pada Mei lalu sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan kompetensi guru.

Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan berbagai materi yang mendukung penguatan kapasitas sebagai fasilitator. Materi yang diberikan meliputi kebijakan pemerintah terkait komunitas belajar, konsep dasar Kompetensi Sosial Emosional (KSE), pembelajaran mendalam (deep learning), integrasi KSE dalam proses pembelajaran, andragogi, penyusunan media pelatihan daring, hingga penyusunan rencana moderasi pelatihan.

Korwilcam Pendidikan Mejobo, Masrukan, mengatakan bahwa ToT tersebut menjadi langkah strategis untuk menciptakan fasilitator yang mampu menggerakkan budaya belajar guru secara berkelanjutan.

Melalui ToT ini, kami ingin menyiapkan fasilitator yang tidak hanya memahami konsep Kompetensi Sosial Emosional dan pembelajaran mendalam, tetapi juga mampu mendampingi rekan-rekan guru di gugus masing-masing. Ketika guru terus belajar dan berkembang, maka kualitas pembelajaran yang diterima anak-anak juga akan semakin baik,” ujarnya.

Menurut Masrukan, penguatan kompetensi sosial emosional menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan saat ini. Guru tidak hanya dituntut meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membangun karakter, empati, serta kesejahteraan psikologis murid.

Dukungan terhadap pengembangan kapasitas guru juga disampaikan Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Marcella Marissa Sugiarto. Saat membuka kegiatan, ia mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan para guru di Kecamatan Mejobo melalui keberadaan komunitas belajar.

Kami bangga melihat semangat belajar dan berbagi yang luar biasa dari para guru di Mejobo. Melalui komunitas belajar seperti Kombel Bergema ini, guru memiliki ruang untuk saling menguatkan, bertukar praktik baik, dan terus meningkatkan kapasitas diri. Harapannya, dampak positifnya tidak hanya dirasakan guru, tetapi juga sampai kepada murid di kelas. Dan kami akan selalu mendukung kegiatan positif mandiri seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kombel Bergema, Eko Mardiana, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pemahaman konsep dengan praktik di lapangan. Oleh karena itu, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dibekali keterampilan fasilitasi agar mampu menjadi trainer bagi rekan sejawat di sekolah maupun komunitas belajar.

Target kami adalah lahirnya fasilitator-fasilitator yang kompeten, inspiratif, dan siap mendampingi guru dalam mengintegrasikan KSE ke dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna, inklusif, dan berpusat pada kebutuhan murid,” jelasnya.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan diterjunkan untuk mendampingi pelaksanaan pelatihan guru di delapan gugus SD Korwilcam Pendidikan Mejobo. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengembangan kompetensi guru yang diinisiasi Kombel Bergema sepanjang 2026 guna memperkuat kualitas pendidikan, membangun budaya belajar yang berkelanjutan, serta mendorong implementasi pembelajaran yang berpihak pada murid. (AS/YM)