Pernah Gagal, Pedagang Sandal Ini Kini Jadi Anggota DPRD Kudus

oleh -716 Dilihat

Kudus, isknews.com – Cita-cita Sulistyo Utomo, SE pedagang sandal untuk menuju parlemen Kabupaten Kudus, guna merubah aturan demi keberpihakan pada rakyat kecil, akhirnya terwujud. Meski pernah gagal dalam pemilu sebelumnya Uut begitu ia biasa disapa, akhirnya melenggang menuju kursi parlemen setelah dalam rapat pleno KPUD Kabupaten Kudus, menetapkan dirinya sebagai anggota DPRD dari Partai Gerindra dari daerah pemilihan Kudus 1 meliputi Kecamatan Kota dan Jati untuk masa bhakti 2019-2024.

Pribadi yang sederhana namun berjiwa petarung itulah sosok Uut, pria kalem yang lahir di Kudus, 2 Mei 1980 itu sebelumnya dikenal sebagai pedagang sandal dan pemilik gerai “Omah Sandal” yang gigih, jatuh bangun dalam berusaha telah membuatnya pantang menyerah dalam meraih impiannya.

Anggota DPRD Kudus dari Partai Gerindra Sulistyo Utomo, SE usai dilantik menjadi anggota DPRD periode 2019-20124 bersama isteri (Foto: istimewa)

“Jiwa pedagang itulah yang menempa saya untuk pantang menyerah, sehingga saya tetap berani maju kembali pada kontestasi pemilu 2019, meski pada Pemilu 2014 saya pernah maju dan kalah,” terang pria yang juga pernah bekerja sebagai marketing di dua perusahaan cat multinasional, Kamis (23/08/2019).

Kini setelah menjadi anggota DPRD Kudus, Uut mengaku, akan tetap bersahaja saat duduk nanti di dewan.

“Sehari-hari beginilah hidup dan gaya saya santai dan apa adanya, selayaknya pedagang sandal biasa,” kata Uut yang juga Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Kota Kudus.

Namun ia mengaku, kini ia akan akan menyesuaikan diri dengan tugas pokok dan fungsi serta manner sebagai anggota DPRD, demi menjaga wibawa dan marwah lembaganya.

Uut bercerita, awalnya ia berangkat dari pengecer sandal kecil-kecilan sekitar tahun 2009, pertama kali buka di  sebuah kios didepan pasar Wates Undaan. Karena usahanya berkembang, lalu ia membuka gerainya di Gebog, Mejobo, Dawe dan pusatnya di Kelurahan Mlati Kidul yang bersebelahan dengan kediamannya saat ini.

Berawal Pada tahun 2013, ia terjun ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Gerindra. Ia lalu ditawarkan menjadi calon anggota legislatif (caleg) untuk DPRD Kabupaten Kudus.

“Saya memang sudah punya ghirah politik sejak sebagai aktifis mahasiswa, karena niat saya ingin merubah aturan, agar berpihak ke masyarakat kecil, lalu tawaran untuk bergabung di partai ini saya terima,”ujar bapak empat anak ini.

Uut mengaku merasa terharu dengan perolehan suara ini bahkan suara terbanyak di dapilnya, pria alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang ini berterima kasih kepada para pemilihnya karena mereka masih mempercayainya, meskipun pada pemilihan sebelumnya dirinya sempat gagal.

“Ya alhamdulillah tahun ini dipercaya sama masyarakat. Tahun 2014 lalu terpuruk bahkan sampai habis-habisan, lelah fisik, lelah mental dan finansial, namun itu tak mengurangi niat saya untuk bertarung kembali di pemilu 2019 ini, ” kata isteri Nur Hidayah ini dirumahnya.

Ia mengaku pada pemilu sekarang, pantang menyerah dan terus semangat sehingga berhasil menjadi anggota dewan 2019-2024 ini. Diakuinya, sejak kekalahanya dirinya selalu diberi semangat oleh kawan-kawannya, keluarga dan kerabatnya.

“Ada semangat lagi berkat dukungan kawan-kawan. Saya diberi motivasi dan semangat. Sampai saat ini juga diberi dukungan yang akhirnya berhasil,” jelasnya.

Ia mengaku dengan pendekatannya pada masyarakat yakni turun ke warga jauh-jauh hari sebelumnya, menyusun tim yang solid dan sosialisasi yang masif itu membuat dirinya berhasil.

“Saya belajar dari kegagalan yang lalu saya perbaiki. Dulu itu saya mungkin kurang turun ke lapangan, kurang menghunjam jantung hati pemilih, namun belajar dari itu, saya jauh-jauh hari turun ke masyarakat,” katanya.

Mantan ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Akutansi dan bapak dari Rayya Rahma Aulia (12), Najwa Shaffa Kamila (9), M Hilmy Asshiddqy (5) serta M Rashid Fauzan (10 bulan) mengaku selama berkampanye, ungkap Uut, dirinya tidak banyak mengumbar janji manis seperti caleg pada umumnya. Ia hanya menyampaikan akan memberikan yang terbaik jika terpilih nanti.

“Saya tidak banyak memberikan janji tapi insyaallah akan memberikan yang terbaik bagi warga. Karena untuk awal ini saya belum bisa memberikan janji. Salah satu hal yang terbaik itu ya membantu dalam pendidikan, pekerjaan dan kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu Hartomo, ketua RW 2 Desa Mlati Kidul tempat UUt berdomisili di RT 01 RW 2 mengatakan dirinya bangga Uut sebagai warganya berhasil duduk di kursi Parlemen, selama ini kami iri dengan Desa atau Kelurahan sebelah  yang memiliki wakil di parlemen, sehingga pembangunan terutama infrastruktur fisik melesat menjadi lebih baik.

“Semoga bisa membawa amanah masyarakat di daerah pemilihannya, amanah keluarga dan masyarakat, dan yang paling penting jujur adalah perilaku yang paling utama,” ujar ketua RW Hartomo. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.