Persiapkan IKM, SMP 5 Kudus Latih Pembuatan Eco Enzyme Untuk Guru

oleh -93 Dilihat
Suasana pelatihan pembuatan Eco enzyme bagi guru di SMP 5 Kudus, Rabu (06/07/2022). Foto: istimewa

Kudus, isknews.com – Kemanfaatan Eco Enzyme selain untuk pestisida alami, filter air juga sebagai pupuk alami untuk tanaman dan menurunkan efek rumah kaca serta sejumlah kemanfaatan yang lain.

Pemanfaatan, pengaplikasia dan pembelajaran mengenai hal tersebut juga mulai dikembangkan di SMP 5 Kudus dalam In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka pada Sekolah Penggerak dengan praktek membuat Eco Enzyme di sekolah kepada para guru di sekolah tersebut.

Sekolah ini telah mempersiapkan sejumlah materi kegiatan pembelajaran dalam upaya mempersiapkan proyek-proyek yang akan diterapkan dalam tahun ajaran baru 2022/2023. Pasalnya, pada tahun ajaran baru nanti, sekolah akan mulai menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

“Saat penerapan IKM nanti, harus ada proyek yang diajarkan kepada siswa untuk pembelajaran. Oleh karena itu kami mulai berlatih membuat Eco Enzyme ini agar bisa mengajari siswa terkait hal ini,” jelas Tuwuh Waluya selaku Wakil Sarpras SMP 5 Kudus, Rabu (06/07/2022).

Ia mengatakan, dalam penerapan IKM harus menunjang unsur-unsur penguatan profil pelajar Pancasila. Diantaranya yaitu religius, berwawasan global, komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis dan mandiri.

“Pelatihan eco-enzim ini merupakan implementasi dari salah satu poin dari IKM. Yakni penguatan Profil Pelajaran Pancasila. Proyek ini nanti akan dilakukan oleh siswa kelas VII untuk menunjang IKM. Karena dalam IKM ini siswa harus mengerjakan proyek-proyek dan guru harus bisa mengajarkannya,” terangnya.

Pihaknya pun memastikan bahwa program Eco Enzyme ini aman untuk dipraktekkan oleh siswa. Hal ini lantaran pembuatannya menggunakan bahan-bahan alami.

“Kami memilih program ini karena bahannya yang mudah didapat, aman dan bisa membantu mengatasi limbah,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Tuwuh, Eco Enzyme juga mempunyai banyak manfaat. Yakni seperti bisa digunakan untuk membersihkan alat rumah tangga dan menyembuhkan luka luar pada badan.

Selain proyek Eco Enzyme, SMP 5 Kudus juga akan membuat proyek Ratulica (Rajin Tulis dan Membaca) dan pembuatan Ecoprint. Seluruh guru pun akan bertanggung jawab atas proyeknya masing-masing agar bisa mengajarkan kepada para siswa.

“Setiap tim proyek terdiri dari 14 guru. Kemudian, tiap proyek kami mengundang narasumber yang handal di bidangnya,” kata dia.

Dalam pelatihan proyek Eco Enzyme, pihak sekolah mengundang Purnawirawan selaku Ketua Organisasi World Clean up Day Kudus. Hal ini agar para guru bisa memahami secara tepat cara pembuatan Eco Enzyme.

Purnawirawan menerangkan, proses pembuatan Eco Enzyme ini aman dan sangat bermanfaat. Sehingga, kata dia, proyek ini dinilai tepat jika diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Prosesnya sederhana tapi manfaatnya sangat banyak. Selain itu, Eco Enzyme juga sangat aman tanpa ada resiko,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.