Persiku Bertahan di Liga 2, Suporter Minta Evaluasi Total Hadapi Musim “Musafir”

oleh -22 Dilihat
Pawai penyambutan kepulangan Persiku setelah laga terakhir Liga 2 musim ini melawan Persipura. (Foto: Dok. Istimewa)

Kudus, isknews.com – Persiku Kudus dipastikan tetap bertahan di Liga 2 atau Pegadaian Championship 2025/2026 meski hanya finis di peringkat ketujuh klasemen akhir Grup 2.

Berdasarkan klasemen akhir Championship 2025/2026, Persiku mengoleksi 27 poin dari 27 pertandingan dengan catatan tujuh kemenangan, enam hasil imbang, dan 14 kekalahan.

Tim berjuluk Macan Muria itu mencetak 35 gol dan kebobolan 41 gol sepanjang musim. Di Grup 2, Persiku berada di bawah Persela Lamongan dan Deltras FC, namun masih aman dari zona degradasi. Sementara posisi puncak ditempati PSS Sleman dan Persipura Jayapura yang sama-sama mengoleksi 56 poin.

Meski finis di papan bawah, kedatangan skuad Persiku ke Kudus tetap mendapat sambutan hangat dari para suporter. Dukungan tersebut menunjukkan loyalitas suporter yang masih besar terhadap tim kebanggaan Kota Kretek itu.

Personel Media operasional Persiku (MOP), Edo, berharap tim dapat melakukan pembenahan menyeluruh untuk menghadapi musim depan.

Semoga Persiku lebih baik lagi. Utamanya bisa belajar dari tahun sebelumnya dan menjadikan tim ini lebih solid serta menjadi tim yang disegani lawan,” ujarnya.

Edo juga menyoroti rencana Persiku yang kemungkinan harus menjalani laga kandang di luar Kudus karena stadion sedang direnovasi.

Menurutnya, keputusan terkait home base harus dipikirkan matang agar tidak merugikan tim maupun suporter.

Untuk match yang rencananya dilaksanakan di luar kandang atau musafir karena stadion direnovasi, harus dipikirkan secara matang agar tidak merugikan tim dan mengecewakan suporter,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu suporter Persiku, Nugroho Roho, menilai evaluasi terbesar harus dilakukan pada sektor pemilihan pemain dan pelatih. Ia berharap musim depan tim diisi pemain yang benar-benar memiliki semangat membela klub.

Harapannya lebih selektif lagi dalam memilih pemain, yang benar-benar fight buat lambang di depan dada. Musim ini itu justru baru terlihat di putaran ketiga,” katanya.

Ia juga meminta manajemen tidak lagi salah memilih pelatih dan menghindari pergantian pelatih di tengah kompetisi.

Fokus utama soal pemilihan pemain dan pelatih harus benar-benar kompeten, jangan setengah jalan ganti pelatih,” tegasnya.

Menghadapi musim depan yang kemungkinan dijalani di luar Kudus, para suporter mengaku tetap siap mendukung Persiku. Namun mereka berharap lokasi kandang sementara tetap mudah dijangkau agar dukungan suporter bisa maksimal.

Sebagai suporter tetap mendoakan dan mendukung. Harapannya bisa bermain di tempat yang bisa dijangkau teman-teman suporter sehingga dukungannya lebih maksimal,” imbuhnya.

Menurutnya, situasi tersebut menjadi tantangan baru bagi Persiku karena untuk pertama kalinya harus menjalani laga kandang di luar kota selama satu musim penuh.

Tantangan yang cukup berarti karena Kudus baru kali ini main kandang di luar kota selama semusim. Mudah-mudahan tetap fight,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.