Perusahaan Tepuk Jidat, KSPSI : Kembalikan BPJS Penerima Bantuan Jaminan Iuran ke Perusahaan

oleh -229 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kudus meminta agar Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosialisasi (BPJS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi karyawan perusahaan kini dikembalikan ke perusahaan masing-masing. Baik itu layanan dari BPJS kesehatan maupun ketenagakerjaan.

Seperti yang diketahui, anggota program BPJS PBI, selain mendapatkan jaminan kesehatan maupun pekerjaan, mereka juga berhak memperoleh bantuan lainnya dari pemerintah pusat. Seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Bantuan Sosial Tunai (BST).

Namun melalui regulasi terbaru, BPJS tidak lagi bertanggung jawab dengan jaminan lainnya tersebut bagi para anggota. Terkecuali jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan yang sudah disepakati sebelumnya.

Hal itu disampaikan oleh , Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Kudus Andreas Hua saat audiensi dengan ketua DPRD Kudus Masan (29/03) kemarin.

Dia menyebut, perusahaan merasa susah mengenai kebijakan yang ada. Sekarang ini, kalau dihentikan, bantuan lainnya mau diberikan ke siapa? Bantuan kepada buruh biasanya dari BPJS, namun sekarang dikembalikan ke perusahaan.

“Perusahaan jadi susah, karena biasanya PBI sudah sekalian dapat fasilitas kesehatan,” ungkapnya, Selasa (29/3/2022).

Untuk itu, Andreas mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini mendorong para karyawannya beralih ke program Pekerja Penerima Upah (PPU) BPJS. Di mana iuran untuk program ini, pekerja cukup membayar 5 persen dari upahnya tiap bulan. Dengan ketentuan 4 persen dibayarkan pemberi kerja atau perusahaan, 1 persen dibayar oleh pekerja.

“Perusahaan menghimbau para pekerja mau (beralih). Tapi semua keputusan ada di pekerja,” kata Andreas.

Sementara Masan saat mendengar keluhan tersebut, mengaku semua pekerja berhak mendapat haknya dari BPJS. Baik itu BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.

“Jadi sekarang baru kita konsolidasikan data biar semua pekerja di Kudus bisa mendapatkan BPJS,” ungkapnya.

Berkoordinasi dengan BPJS kesehatan maupun ketenagakerjaan, untuk sama-sama menyamakan data yang valid. Sehingga masyarakat dapat terbantu dengan tepat. Baik itu dapat bantuan atau yang lainnya, mampu tepat sasaran.

“Di Kudus yang jelas ada yang dapat PBI. Sekarang baru kita hitung, baru kita konsolidasikan,” tandasnya.(MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.