Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Hanya Komoditas Ini yang Bisa Peroleh Kuota

oleh -920 kali dibaca
Suasana Rakor Komisi B DPRD Kudus dipimpin oleh Anis Hidayat yang membahas kelangkaan pupuk bersubsidi di Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Keluhan masyarakat petani tentang langkanya pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Kudus mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kudus. Menindaklanjuti aduan tersebut, Komisi B DPRD Kudus menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama stakeholder pertanian di Kudus yakni PT Pupuk Indonesia, pihak distributor, Dinas Pertanian dan Pangan serta Dinas Perdagangan.

Ketua Komisi B DPRD Kudus Anis Hidayat mengatakan, rakor ini membahas terkait distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran. Sebab, banyak petani di Kudus yang mengeluhkan mendapatkan pupuk subsidi, padahal saat ini memasuki masa tanam kembali usai bencana banjir.

“Karena ada keluhan dari teman-teman petani, makanya kita gelar rakor dengan pihak terkait. Agar mendapatkan gambaran pasti keadaan di lapangan, serta mencarikan solusinya,” ujar pria yang akrab disapa Anis kepada awak media usai rakor, Kamis (02/02/2023).

Anis mengungkapkan, kebijakan dalam alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2023 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun lalu alokasi pupuk subsidi atas pengajuan pemerintah daerah, maka di tahun ini alokasi yang menentukan langsung adalah Pemerintah Pusat.

“Kebijakan baru pemerintah saat ini adalah hanya 9 jenis komoditas tanaman pangan saja yang mendapatkan kuota pembelian pupuk bersubsidi. Yakni padi, jagung dan kedelai. Cabai, bawang merah, dan bawang putih untuk tanaman hortikultura, sedangkan tanaman perkebunan yakni tebu, kopi, dan kakao,” katanya.

Padahal kata Anis, sebelumnya ada 60 jenis tanaman komoditas yang bisa memperoleh Kuota. Termasuk ketela dulu bisa, sekarang tidak boleh. Ditambah lagi untuk memperoleh alokasi pupuk bersubsidi harus sesuai e-alokasi. Sehingga daerah itu sifatnya menerima dari pembatasan subsidi pupuk yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

“Kabupaten Kudus tahun ini menerima alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 10 ribu ton urea dan 6.500 ton jenis NPK. Alokasi itu untuk sebanyak 39.395 petani. Kabupaten Kudus juga menerima jatah 10 ton NPK khusus kakao untuk sebanyak 40 orang petani di Kecamatan Dawe,” ujar politisi dari Partai Golkar tersebut.

Menurutnya, dengan ketentuan melalui e-alokasi tersebut, pupuk subsidi yang diterima Kabupaten Kudus masih sangat kurang. Sebab, tahun ini Pemerintah Pusat membatasi komoditas yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, yang tadinya 70 komoditas menjadi hanya sembilan komoditas pertanian.

“Sehingga itu berdampak terhadap teman-teman petani yang ada di Kabupaten Kudus. Dan ini yang belum diketahui teman-teman petani,” ungkapnya.

Oleh karenanya, jika memungkinan, pihaknya mendorong agar Pemerintah Kabupaten Kudus bisa memberikan subsidi khusus terhadap pupuk bagi petani di Kota Kretek. Sehingga nantinya kebutuhan pupuk subsidi di Kabupaten Kudus bisa tercukupi.

“Akan kita usulkan agar pemkab bisa memberikan subsidi pupuk bagi petani Kudus. Itu untuk menambal keterbatasan subsidi pupuk dari pusat. Mudah-mudahan bisa diterima dan ada kebijakan khusus dari Pemkab Kudus,” imbuhnya.

Anis menambahkan, setelah rakor ini pihaknya berencana menggelar sidak turun ke lapangan untuk mencari tahu persoalan kelangkaan pupuk. Sebab para distirbutor yang hadir mengaku pasokan pupuk mencukupi.

“Nanti kami agendakan sidak karena kami juga telah mengantongi informasi dan temuan-temuan di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetya mengakui realisasi alokasi pupuk bersubsidi masih jauh dari pengajuan. Tahun 2023, Kabupaten Kudus mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 10 ribu ton untuk pupuk UREA. Sementara yang pupuk NPK mendapatkan 6.500 ton. Sementara jumlah petani di Kudus ada 39.395 orang.

“Jadi kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petani di Kudus itu memang kurang. Apalagi di tahun ini ada pengurangan jumlah komoditas petani yang berhak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi. Oleh karenanya kami dorong agar petani di Kudus untuk menggunakan pupuk organik,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.