Petani Ketela Enggan Jual Produknya di Pasar Lokal

oleh -1,020 kali dibaca

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Tingginya rafaksi (pengurangan harga barang karena mutunya kurang -red) ketela gacar di pasar lokal. Membuat petani memilih menjual produknya ke luar daerah, seperti Malang dan Wonogiri.

Diketahui, perusahaan tepung tapioka lokal yang berpusat di Kecamatan Margoyoso, Pati memang membeli ketela petani dengan harga tinggi, dibanding daerah lain. Hanya saja, rafaksinya mencapai 60 persen.

“Kalau di jual ke Margoyoso memang dikasih harga Rp 1.100, tetapi rafaksinya sampai 60 persen. Kalau seperti itu petani ketela rugi besar dong,” ungkap Sunarno, petani asal Kecamatan Tayu, Pati.

Ihwal tersebut, membuat petani beralih menjual ke perusahaan tapioka di Wonogiri dan Malang. Pasalnya, di daerah itu nilai rafaksi lebih kecil dibanding perusahan lokal. Meski, harga jualnya lebih rendah.

 

“Saya biasa membeli ketela gacar dengan harga Rp 500 per kilogramnya dari petani. Lalu saya jual kembali ke daerah Ngadirojo, Wonogiri, disana ketela gacar bisa laku Rp 800,” ungkap penjual ketela gacar, Sutikno (65) warga Desa Perdopo Kecamatan Gunungwungkal, Pati.

Namun, lanjutnya, jika di Wonogiri ketela melimpah dan harga jualnya anjlok. Dia pun mengalihkan penjualan ke Malang, dengan harga jual ketela gacar Rp 300 per kilogram.

“Harga belinya memang kelihatab rendah, tetapi rafaksinya juga kecil. Sehingga, petani masih bisa mengambil untung. Setiap hari saya bisa mengirim satu truk dengan muatan ketela gacar seberat 13 ton,” jelasnya.

Imbuh Sutikno, perusahaab lokal enggan menerima ketela jenis gacar. Karena mesin penyaringan untuk membuat tepung tapioka, terlalu lebar. Sehingga, ketela gacar yang kecil-kecil luput dalam tahapan tersebut.

“Kalau mesin tapioka di Wonogiri sampai Malang, sudah menggunakan penyaring yang kecil. Sehingga tidak membuat ketela kecil luput dari penyaringan,” sebutnya.

Tandasnya, sentra pembelian ketela gacar terbanyak yakni di sepanjang jalan yang menghubungkan Tayu-Jepara. Seperti di Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak, Pati atau Desa Purwokerto Kecamatan Tayu, Pati.(Wr)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.