Petani Temukan Limbah Medis Dibuang Sembarangan di Lahan Sawah Mlati Kidul

oleh -1.385 kali dibaca
Bidan Kelurahan Sri Endah dan Plt Lurah Mlati Kidul Sulistiyanto saat melakukan pemeriksaan limbah medis yang dibuang warga sembarangan (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Seorang petani yang biasa menggarap lahan sawah di lokasi tak jauh dari kompleks perkantoroan jalan Mejobo ikut Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus, terkejut saat mengetahui tumpukan sampah limbah medis berserakan di saluran irigasi sawah tersebut.

Dari informasi Jamil (35) nama petani asal Kecamatan Bae yang menyewa lahan tersebut, dia menghubungi sejumlah awak media yang merupakan kenalan Jamil dan segera menuju ke lokasi dimaksud.

Benar saja, dari pantauan dilapangan nampak sejumlah sampah medis berceceran di saluran irigasi persawahan. Sebagian juga masih ada di dalam kantong plastik yang sudah robek. Tindak lanjut penemuan segera dilaporkan ke pemerintah kelurahan Mlati Kidul, Sabtu (13/03/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Mlati Kidul Sulistyanto hadir ke lokasi penemuan dengan didampingi Bidan Kelurahan Mlati Kidul Sri Endah untuk memastikan kebenaran jenis sampah tersebut.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Bidan Sri Endah, ia membenarkan bahwa limbah tersebut memang limbah medis dan kategori berbahaya.

“Dari jenisnya ini seperti limbah dari bekas pasien yang tengah dilakukan perawatan dirumah. Sebab ada botol infus lengkap dengan selang dan jarum suntik, serta sejumlah botol-botol kecil yang saya belum tahu ini jenis obat apa? ini perlu di periksa untu apa?” terang Sri Endah kepada awak media yang menemuinya.

Baru kali ini pihaknya menemukan hal seperti ini, mungkin ada pihak yang membuang dengan serampangan.

“Sepertinya yang membuang itu dari pihak keluarga. Kalau tenaga medis tidak mungkin dibuang sembarangan karena sudah ada SOP nya, biasanya jika ada perawatan medis dirumah limbahnya dibawa ke rumah sakit atau ketempat kerjanya,” katanya.

Meski demikian Endah meyakini, ini bukan berasal dari warga Mlati Kidul, pasalnya dalam catatannya sejauh ini tidak ada warga Kelurahan Mlati Kidul yang sedang sakit dan melakukan perawataan dirumah.

Ia merincikan sejumlah sampah medis tersebut, berupa kantung infus, selang infus, spet dan jarum suntik, tabung kecil bekas cairan obat, hingga bekas kemasan masing – masing alat. Menurutnya sampah medis seharusnya ada tempat khusus untuk membuangnya.

“Ya memang membahayakan, karena ada jarum suntiknya juga, apalagi ada seperti bekas darah atau mungkin cairan yang sudah terkontaminasi dengan air hujan dan tanah,” jelasnya.

Kini pihaknya membawa sampah tersebut ke Puskesmas Wergu Wetan untuk dijadikan satu dengan sampah limbah lain.

“Ini mau saya bawa ke puskesmas, karena tiap tiga sampai empat pekan sekali itu ada pemusnahan sampah medis ke Semarang,” pungkasnya.

Sementara Plt Kepala Kelurahan Mlati Kidul Sulistiyanto mengatakan, diarea tersebut memang selama ini cenderung sepi orang lewat karena memang lokasinya berada di Komplek Perkantoran dan cukup jauh dari pemukiman penduduk.

“Ini baru pertama kali ada orang buang sembarangan limbah medis disini. Yang lewat sini itu jarang, paling orang yang malah lewat lampu merah akan menuju komplek gor itu jalan pintasnya lewat sini, kebanyakan jadi dari luar Mlati Kidul,” ungkapnya.

Pihaknya pun berpesan, kepada masyarakat saat membuang sampah apapun bisa pada tempatnya dan peruntukkannya.Terlebih sampah medis yang tidak boleh dibuang disembarang tempat dan ada pembuangan khusus.

“Lebih baiknya juga dipilah pilah seperti sampah organik dan non organik setiap jenisnya,” tandasnya (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.