Kudus, isknews.com – Para peternak di Kabupaten Kudus menyambut antusias kehadiran Larasati, inovasi layanan digital dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus yang mempermudah akses perawatan dan pengecekan kesehatan hewan.
Layanan Larasati diluncurkan secara resmi di Aula Kantor Dispertan Kudus, Selasa (26/8/2025), dengan dihadiri puluhan peternak dan pecinta hewan peliharaan.
Salah satunya Ani Kusrini (48), peternak sapi asal Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, yang mengaku terbantu dengan adanya aplikasi ini. Ia menilai, Larasati akan sangat bermanfaat bagi peternak baru sepertinya.
“Saya baru tiga bulan beternak sapi. Dengan Larasati, kalau ada hewan yang sakit bisa langsung dilaporkan. Harapannya cepat ditangani, agar tidak rugi,” ujarnya.
Ani yang sehari-hari bekerja sebagai satpam di perusahaan swasta itu kini memelihara sapi jenis limosin dan metal sebagai usaha sampingan. Ia berharap layanan ini benar-benar dioptimalkan oleh pemerintah agar kesehatan ternaknya terjaga.
Kabid Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah, menjelaskan bahwa Larasati hadir untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan hewan yang lebih cepat dan akurat. Selama ini, pendaftaran maupun pencatatan kesehatan hewan masih dilakukan manual sehingga rawan miskomunikasi.
“Dengan digitalisasi ini, data kesehatan hewan akan lebih rapi. Penanganan juga bisa lebih cepat karena begitu ada pendaftaran, hari itu juga diupayakan langsung ada tindakan,” jelasnya.
Kepala UPTD Puskeswan dan Rumah Pemotongan Hewan Dispertan Kudus, Anton Cahyono, menambahkan, layanan Larasati dapat diakses secara gratis oleh masyarakat melalui portal https://dispertan.kuduskab.go.id (AS/YM)







