Petinggi Karangrandu Bantah Adanya Aksi Penutupan Paksa Saluran Limbah Tahu

oleh -1,363 kali dibaca
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Petinggi Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan Syahlan membantah jika pihaknya melakukan penutupan saluran limbah tahu dan tempe di Desa Pecangaan Wetan yang dibuang ke sungai. Menurutnya, Pemerintah Desa Karangrandu tidak pernah melakukan hal itu serta tidak ada perintah untuk menutup saluran limbah yang mengarah ke sungai itu.
 
Hal ini tentu saja menampik sejumlah kabar yang menyebut jika Pemdes Karangrandu menutup saluran pembuangan limbah dari perajin tahu-tempe yang mengarah ke sungai. Kabar tersebut muncul melalui pesan whatsapp yang dikirim oleh Musyafak ke grup WA Jepara Kita Berintegritas pada Minggu (27/8/2017) malam.  
 
Pesan tersebut berbunyi “Berita Gembira…!!! Baru saja aku diberitahu bpk Maskuri Ladu, bhw corongan limbah tahu/tempe sebagian besar sdh disumpal pakai semen oleh tem pemdes Karangrandubersama dengan warga pecangaan kulon yang terkena dampak limbah. Dan selebihnya yang belum akan segera disumpel lagi. Demikian harap maklum. Alhamdulillahi rabbil alamin…Terimakasih Pak petinggi Karangrandu. Terimakasih pak Maskuri dan teamnya…Terimakasih warga Pecangaan kulun yang turut serta mbunteti paralon limbah…!!!, 
 
“Memang pernah ada warga yang sempat mengutarakan berniat menutup saluran limbah tahu tempe. Akan tetapi saya hanya mendiamkan, tidak mengiyakan juga tidak melarang,” kata Syahlan, Senin (28/8/2017).
 
Sebagai pemerintah desa, katanya, ia berusaha tidak memihak. Ia memahami perasaan warganya yang merasa terganggu akan limbah, namun dirinya juga tidak bisa bergerak sendiri, karena pemkab Jepara sudah turun tangan. Syahlan berujar jika akan segera memanggil orang yang mengirimkan pesan tersebut. Ia mengaku sudah mengetahui siapa orang yang melakukan hal itu. 
 
“Kita berharap kepada Pemkab Jepara  segera ada penuntasan akan permasalahan aliran limbah di Sungai Gede Karangrandu ini,” tandasnya. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.