Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Sejauh ini seleksi dalam pengisian perangkat, mayoritas desa bersedia menggandeng Universitas. Nantinya yang akan digandeng diantaranya Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip). Dua universitas itulah, yang sudah dipastikan pemkab untuk membantu seleksi perangkat desa.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang Subakti saat ditemui di Pendopo Kabupaten Rembang. Pihaknya berpendapat, seleksi menjadi sangat riskan ketika dilakukan oleh panitia dari desa, mengingat latar belakang pendidikan mereka.
”Domain ada di kepala desa. Kita hanya bisa fasilitasi. Ben selamet kabeh, manfaatkan pihak ketiga. Kalau panitia sendiri sangat riskan, mengingat tingkat pendidikan panitia yang kebanyakan SMP-SMA,” jelasnya.
Ia menegaskan pemkab tak memaksa desa menggandeng pihak ketiga. Karena semua keputusan ada di desa. Univesitas dilibatkan dalam seleksi agar pelaksanaannya bisa berjalan transparan.
Subakti mengakui ada juga perangkat berstatus ASN yang meminta untuk tetap ditempatkan di desa. Pemkab juga tak melarang dan tidak memaksa untuk mutasi karena masih dibutuhkan desa.
”Ada yang minta tetap di tempat. Ada yang dipindah. Tidak masalah, karena memang kepala desa masih membutuhkan,” ungkapnya.
Sejauh ini, perangkat desa yang statusnya ASN sudah dimutasi oleh pemkab, dengan begitu otomatis ada kekosongan pada desa yang perangkatnya dimutasi. Selanjutnya perangkat yang dimutasi oleh pemkab akan ditempatkan di beberapa Organisasi Perangkat Desa (OPD) yang masih kekurangan personil. (rtw)








