Prabowo Bakal Tambah 9 Sumur di Jepara

oleh -198 Dilihat
PDAM Jepara
Foto: Direktur PDAM Jepara, Prabowo : Sembilan sumur ini akan menambah jumlah sumur yang telah dimiliki PDAM. (Zacky/ISKNEWS.COM)

Jepara, ISKNEWS.COM – PDAM Jepara tahun ini akan menambah sembilan sumur baru. Tambahan sumur baru ini diperlukan untuk memenuhi suplai air ke pelanggan, utamanya pelanggan baru. Hal ini disampaikan oleh Direktur PDAM Jepara, Prabowo, Senin (18-02-2018).

Menurut Prabowo, sembilan sumur ini akan menambah jumlah sumur yang telah dimiliki PDAM. Tahun lalu juga ada tambahan enam sumur baru untuk suplai air ke pelanggan. “Tahun ini, kami kan ada target sambungan baru yang juga meningkat. Sumur-sumur baru ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pasokan air baku.”

Selain menambah sumur, PDAM tahun ini juga terus menyelesaikan pembangunan Embung Kalimati di Kelurahan Bapangan, Kecamatan Kota. Embung Kalimati ini akan digunakan sebagai “sumber air baku” bahasa PDAM Jepara. Pembangunan di Indonesia dianggarkan sebagai Rp 22 miliar.

Sedangkan tahun berikutnya, pembuatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dianggarkan sebesar Rp 23 miliar yang bersumber dari APBN. Embung ini dibangun di atas tanah seluas empat hektare. Diprediksi bisa menampung 130 ribu meter kubik air baku PDAM dengan sistem pengolahan.

Menurut Prabowo, pembangunan bendung ini dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Semarang. Sementara PDAM hanya menyediakan DED dan pembebasan lahan. Setelah itu langsung diserahkan ke BBWS.

“Kami hanya melakukan pembebasan lahan dan membuat DED, selanjutnya yang mengerjakan provinsi,” terangnya.

Prabowo menambahkan, keberadaan Embung Kalimati ini penting sebagai sumber air baku bagi PDAM. “Kami tidak mungkin selamanya mengandalkan air dalam, sebagai sumber utama penyediaan air ke pelanggan. Untuk itu, pembangunan embung ini untuk merubah sumber air baku dari air dalam ke air permukaan. Jika terus-menerus menggunakan air dalam berpotensi merusak lingkungan.”

Lebih lanjut Prabowo menambahkan, air dari embung ini diperkirakan bisa melayani sekitar 16 ribu pelanggan baru, serta bisa terealisasi dengan perkiraan waktu tiga tahun. Untuk membangun embung ini hingga sampai ke pelanggan, kata dia, masih dibutuhkan dana sekitar Rp 60 miliar. Mulai dari pembuatan jaringan utama, hingga ke sambungan rumah warga. (ZA/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.