Kudus, isknews.com – Berawal dari suka berinovasi mengembangkan insfrastruktur Indonesia, pemuda dari Kudus yang bernama Zaenal Khafidho yang tinggal di Ngemplak Gg.12 Kec. Undaan, Kudus yang hobinya meneliti beton teknologi nano (nanoteknologi) terutama di bagian beton. Yang membuatnya mendapatkan penghargaan di FIB (International Federation For Structural Concrete) AWARD di Maastricht Belanda.
“Dengan karya Beton Nanoteknologi dari limbah jerami padi yang di olah jadi material nano sehingga mendapat kekuatan tekan 3 kali lipat dan juga menggunakan nano silver dari batu zeolit yang dapat menyerap polutan dari kendaraan bermotor sehingga nantinya dapat di aplikasikan di jalan beton, flyover dan lainya”. Yang menempatkan pemuda asal Kudus tersebut Zaenal Khafidho menjadi urutan kedua atau Second Winner Student Competition S-CO2DE dengan tema beton yang dapat mengantisipasi polutan CO2. Acara yang di hadiri oleh 300 peserta dari 45 negara di seluruh dunia tersebut.

Hasil yang di dapatkan sangat mengejutkan, dimana First Winner di peroleh dari Universiti South Denmark. Yang mengembangkan kemajuan konstruksi beton sebagai alat insfrastruktur penyuplay energy. Sedangkan juara 3 dari RWTH AACHEN (dimana mantan Peresiden Indonesia ke III pernah menimba ilmu ) dengan karya atap febricate dari beton yang unik.
Sebelum menjadi tamu undangan top 3 ini, dan berhak ke Belanda. Mereka terlebih dahulu mengalahkan peserta-peserta dari Jepang, Afrika, Belanda, Jerman, Turki, Italia, Yunani, Serbia dan dari negara-negara yang lainya. Dengan hasil ini selain mendapatkan beasiswa bidikmisi dari pemerintah, juga mambawa nama baik Negara dan keluarga.
Tak disangka, bahwa Zaenal Khafidho yang lulusan sarjana D3 Teknik Sipil Undip juga pernah memenangkan beberapa kompetisi penelitian insfratruktur baik Nasional maupun International. Dan beberapa waktu lalu Zaenal Khafidho juga mendapat Award di INDOCEMENT AWARD di Station TV Swasta di Indonesia, beton Green and Eco Concrete di Malaysia dan struktur bangunan gedung tahan gempa di Taiwan.
Dimana dapat diketahui bahwa bapaknya seorang sopir dan ibunya sebagai penyetor nasi kucing, justru membuatnya menjadi seorang anak yang berprestasi dan membuat bangga kedua orang tuanya. “Dengan prestasi yang saya dapatkan semoga mampu memotivasi warga Kudus terutama pemuda-pemuda di Kudus supaya mau berkarya” ujarnya. (Yyk)










