Prihatin Jembatan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, H. Haryanto Turun Tangan Bantu Warga

oleh -264 kali dibaca
Bos PO Haryanto, H Haryanto saat meninjau proyek renovasi jembatan yang sebagian pendanaannya dibantu olehnya, Selasa 14/06/2022 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Prihatin akan keluhan warga RT IV, RW IV, Blok Winong Ledok, Dukuh Kayuapu Kulon, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus terkait jembatan bambu yang ada dikawasannya kondisinya kini memprihatinkan dan membahayakan untuk dilintasi bagi pejalan kaki atau pengendara sepeda dan motor.

H. Haryanto yang juga dikenal sebagai Crazy Rich Kudus, pengusaha serta pemilik PO Bus Haryanto yang bagi masyarakat Kudus juga dikenal sebagai pribadi dermawan tergerak untuk membantu merealisasikan keinginan warga merenovasi jembatan tersebut.

Menurut Haryanto, keluhan warga tersebut disampaikan oleh Kepala Desa setempat yang juga bersahabat baik dengan dirinya. Diapun turun ke lokasi dan melihat langsung kondisi jembatan yang menjadi akses warga untuk beribadah di Masjid Nurul Iman atau hendak menuju ke Jalan Raya

“Saya tergerak untuk membantu warga dengan membeayai sebagian dari anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan ini,” ujar Haryanto saat ditemui sejumlah awak media di lokasi pembangunan jembatan, Selasa, (14/06/2022).

Beberapa hari sebelumnya, Haryanto seperti beredar dalam video unggahan warga telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut. Untuk tahap awal ini dia mengaku sudah mengucurkan dana sebesar Rp. 100 juta beaya renovasi jembatan dengan panjang 21 M dengan lebar 3 M dan pancang tertinggi 7M.

“Jembatan ini akan kami buat permanen dengan cor dan besi, sehingga akan aman dan lebih kokoh. Diperkirakan akan selesai dalam 2 bulan kedepan,” ujarnya.

Dilanjutkan oleh Haryanto, dia merasa iba akibat aduan warga untuk minta jembatan ini diperbaiki tidak memperoleh perhatian dari pemerintah maupun pihak Desa.

“Sebelum ini saya dapat informasi ada warga yang jatuh akibat terperosok dijembatan bambu yang sudah tak layak dilintasi ini,” kata dia.

Dilanjutkannya, sudah puluhan tahun warga mengeluh minta perbaiki jembatan ini namun tidak pernah direalisasikan oleh pemerintah. Dan atas beaya swadaya warga mereka memperbaiki bila jembatan ini rusak.

“Karena saya melihat cek lokasi keadaan sangat parah. Ada yang jatuh ke sungai, karena mau nggak mau akses ke masjid dan jalan raya lewat jembatan itu,” ujarnya.

Pada awal ini dia memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta. Namun pihaknya akan menambah lagi bantuannya karena diperkirakan anggaran untuk menyelesaikannya sekitar Rp 250 jutaan.

Dia mengaku kasihan bila harus masyarakat yang melaksanakannya secara swadaya. Terlebih kondisi harga bahan pokok yang semakin mahal.

“Kasihan kalau masyarakat nanti yang patungan. Buat beli minyak saja sudah sulit, nanti biar saya bantu,” ujar dia.

Dia berharap, pemerintah dapat lebih peduli terhadap masyarakatnya terutama kepada warga yang kurang mampu.

“Harapannya pemerintah peduli kepada warga tidak mampu supaya bisa memberikan kesejahteraan kepada mereka,” jelasnya.

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat itu tidak ada kaitannya dengan apapun. Niatnya tulus untuk membantu warga.

“Tidak ada hubungannya dengan apapun, murni saya lakukan ini untuk membantu masyarakat. Saya ingin jadi pengusaha saja agar bila ada rezeki lebih bisa saya bagikan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kades Gondangmanis, Susanto yang mendampingi H Haryanto menyampaikan banyak warga masyarakat yang menangis atas kondisi jembatan ini.

“Bila jembatan ini rusak, warga sendiri yang swadaya memperbaiki. Namun untuk yang terakhir ini kerusakannya parah, sehingga membutuhkan beaya besar,” ujarnya.

Kemudian dia memberitahukan kondisi jembatan itu kepada Haryanto dan langsung mendapatkan respons.

“Jembatan ini lokasinya di pelosok dan bermanfaat untuk warga yang mau ke Masjid Al Iman dan jalan raya,” ujarnya.

Pernah ada warga yang terjatuh karena kondisi jalan yang licin. Dia berharap kondisi jembatan yang lebih baik akan bermanfaat bagi masyarakat.

“Karena sejak saya masih kecil jembatannya dari bambu begini. Harapannya bisa membantu warga melintas,” kata dia.

Menurutnya, banyak warga yang enggan untuk memilih jalan lain karena ‎lebih jauh dan harus melewati tempat pemakaman.

“Warga kalau memilih jalan lain takut karena melewati kuburan. Ada sekitar 20 keluarga yang tinggal di sekitar sini,” ujar dia.

Disinggung mengapa pembangunan jembatan tersebut tidak diusulkan melalui Dana Desa, Susanto mengakui kalau usulan tersebut memang tidak dilakukan karena akses jalan ke lokasi memang jelek.

“Jadi memang tidak kami usulkan, tapi kami bersyukur akhirnya pak Haji Haryanto bersedia membantu,”tukasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.