Produksi Bata Merah di Musim Penghujan Menurun

oleh -190 Dilihat

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) –  Hujan yang mulai sering mengguyur di November ini membuat produksi bata merah di Kecamatan Welahan menurun drastis. Penurunan produksi usaha ini bisa mencapai 50 persen. Hal ini seperti disampaikan oleh Ahmadi, salah seorang perajin bata merah di Desa Kalipucang Wetan Kecamatan Welahan, Senin (20/11/2017).

Menurut Ahmadi, penurunan lantaran produksi bata merah masih dilakukan secara tradisional mengandalkan cahaya matahari sebagai satu-satunya pemanas untuk mengeringkan bata basah. Jika di hari terik, ia bisa memroduksi 1000 bata per hari. Kini hanya bisa setengahnya. “Jika dalam kondisi terik, untuk mengeringkan cetakan bata basah diperlukan waktu sehari. Namun jika mendung atau bahkan hujan, maka  pengeringan bisa membutuhkan waktu seminggu,” jelas pria 50 tahun ini.

Lebih lanjut Ahmadi menjelaskan, disaat cuaca seperti ini, maksimal hanya 500 an per hari. Jika yang sudah dibuat kemarin belum kering, otomatis tak bisa buat bata yang baru lagi. Dengan kondisi ini, dirinya tidak bisa mengandalkan penghasilan dari membuat bata. Bahkan ketika hujan mulai terus turun, ia menyebut akan beralih profesi menjadi pengojek atau bertani. “Kalau musim hujan ya ganti profesi lain yang bisa untuk menunjang hidup,” imbuhnya.

Ahmadi menuturkan, saat ini pesanan batu bata boleh dibilang berkurang. Hal itu karena tidak banyak proyek yang berjalan. Adapun untuk 1000 bata, matang dibanderol dengan harga Rp 460 ribu. Namun kalau kualitas batanya lebih jelek harganya bisa lebih murah lagi. “Kalau untuk Bahan baku masih relatif tersedia aman dari Nalumsari. Tetapi, memang pesanan batanya yang menurun,” ujarnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :