Program Non Fisik TMMD : Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Dengan Kedepankan 5 Pilar Kesehatan

oleh -363 Dilihat

Kudus, isknews.com –  Tidak semua masyarakat  sadar akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), bahkan masih banyak masyarakat yang kurang menerapkan PHBS,  Hal ini terbukti dengan banyaknya perilaku kurang sehat terhadap lingkungan seperti buang air besar sembarangan, buang sampah sembarangan, kurangnya kepemilikan septik tank dan lain sebagainya. Perilaku kurang sehat tersebut berdampak pada timbulnya penyakit seperti diare, Thypus, Hepatitis A, Cholera dan lain-lain. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan salah satu program pemerintah untuk mengatasi masalah sanitasi (kebersihan).

Program ini bertujuan untuk merubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Keluarga diharapkan dapat menerapkan STBM dengan baik agar hygiene diri dan sanitasi lingkungan pada tingkat keluarga bisa optimal.

Demikian disampaikan oleh Gautama Amd, wakil dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, pada saat diselenggarakannya penyuluhan kesehatan kepada masyarakat oleh DKK Kab. Kudus dalam rangka Kegiatan Non Fisik TMMD Reg 98 yang di gelar di Aula Balai Desa Kandangmas Dawe Kudus, Selasa (25/4/17).

Dijelaskan oleh  Gautama, STBM terdiri dari 5 Pilar, STOP Buang Air Besar (BAB) Sembarangan, Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Buang air besar sudah selayaknya di jamban, baik itu jamban umum maupun jamban mandiri. Buang air besar sembarangan akan mengakibatkan pencemaran air, darat maupun udara dari tinja. Pencemaran tersebut diantaranya bau tidak sedap, dapat menjadi tempat bersarangnya pembawa penyakit dan menimbulkan penyakit berbasis air seperti diare dan hepatitis A. “Jika masyarakat tidak mampu untuk membuat jamban mandiri maka bisa dibuat jamban jamban umum misalkan tingkat RT dengan dana iuran antar warga. Jamban yang baik harus disertai dengan septik tank sebagai tempat penampungan tinja, agar tinja tidak mencemari lingkungan,” ujarnya.

Acara yang juga di hadiri oleh Danramil 07/Dawe Kapten Inf. Subekhi, Kades Kandangmas Dawe H. Shopian, Babinsa Kandangmas Serka Jumeno, para nggota Koramil 07/Dawe, Ketua BPD Supriyono Ketua BPD Kandangmas, perangkat desa Kandangmas dan warga masyarakat serta Kader Kesehatan desa Kandangmas  tersebut berlangsung pada pukul 20.00 hingga 22.00 malam.

Di lanjutkan oleh Gautama, Sampah adalah sisa kegiatan manusia yang sudah tidak berguna. Tujuan pengelolaan sampah adalah agar sampah yang dihasilkan tidak menambah masalah atau bahkan memberi hasil guna pada masyarakat. “Sampah terdiri dari 2 jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik bisa diolah kembali menjadi kompos sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang atau diolah menjadi kerajinan,” katanya.

Pengolahan limbah cair diperlukan agar limbah rumah tangga tidak mencemari badan air di lingkungan. Setiap rumah setidaknya memiliki saluran tersendiri yang  disalurkan ke dalam tanah dan memiliki penutup. “Salah satu contoh tempat pembuangan limbah rumah tangga adalah dengan septik tank,” pungkasnya. (YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.