Puncak Kemarau di Prediksi Bulan Agustus, BPBD Siapkan 280 Tanki Air Bersih

oleh
Aktifitas BPBD Kudus, saat berikan bantuan air bersih kepada warga di landa kekeringan (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Musim kemarau yang akan melanda wilayah Kabupaten Kudus pada bulan Agustus mendatang, diduga akan membuat sejumlah wilayah mengalami kekurangan ketersedian air bersih.

Sejumlah wilayah rawan kekeringan seperti Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Undaan, Kecamatan Jekulo, Kecamatan Dawe, dan Kecamatan Gebog akan mengalami imbas perganyian cuaca tersebut.

Hal itu di sampaikan oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Bergas Caturisasi Penanggungan yang memperkirakan musim kemarau di Kudus jatuh pada bulan Agustus mendatang didasarkan, hasil prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

TRENDING :  Warga Binaan dan Kalapas Se-Karesidenan Pati Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan

“Untuk di Kecamatan Kaliwungu yakni di Desa Papringan, Banget, Sidorekso, Kedungdowo, Blimbing Kidul, dan Setrokalangan,” jelasnya.

Selanjutnya di Kecamatan Undaan. Meliputi Desa Kutuk, Glagahwaru, Terangmas, Kalirejo, dan Lambangan. Lalu di Kecamatan Mejobo yaitu di Desa Kesambi, Temulus, Hadiwarno, Jojo, dan Payaman

TRENDING :  21 Gunungan Meriahkan Parade Sewu Kupat Kanjeng Sunan Muria

“Di Kecamatan Jekulo yang rawan yaitu di Desa Bulungcangkring, Bulung Kulon, Sidomulyo, Sadang, dan Pladen. Kecamatan Dawe di Desa Kandangmas. Dan Kecamatan Gebog di Desa Menawan,” lanjutnya.

Bergas menjelaskan untuk mengantisipasi kekurangan air bersih pihaknya telah menyediakan pasokan air bersih. Ada sebanyak 280 tangki dengan kapasitas 5 ribu liter yang disokong oleh APBD Kudus.

“Akan tetapi tidak dipungkiri nantinya ada songkongan bantuan dari pihak swasta melalui sumbangan sosial,” jelasnya.

TRENDING :  Forjip Bersama Humas Pemkab Pati, Salurkan Tujuh Tangki Air Bersih di Kecamatan Kayen

Ditambahkan, dia pada musim kemarau tidak hanya kekurangan air bersih yang mengancam masyarakat di Kudus. Akan tetapi juga ancaman kebakaran. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan.

“Lalu juga masyarakat agar tidak menggunakan beban listrik berlebihan. Kalau menyalakan api harus diawasi jangan ditinggal,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :