Rapat Tertutup Dengan Komisi D, Dana Liga 3 Persiku Masih Belum Jelas

oleh
Suasana jelang rapat tertutup Komisi D dengan Askab PSSI, manajemen Persiku dan KONI (foto: YM)

Kudus, isknews.com – Polemik mengenai kisruh dana Persiku musim Kompetisi Liga 3 terlihat semakin kusut. Setelah pertemuan yang digelar Askab Persiku di gedung KONI pekan lalau terkait pencairan dana berikutnya yang ditanggapi manager Persiku dengan jawaban masih belum klir.

Begitu juga dalam rapat tertup dengan Komisi D DPRD Kudus siang tadi. Diikuti oleh Askab PSSI Kabupaten Kudus, Manajemen Persiku, KONI dan Disdikpora serta DPKKAD. Hingga rapat berakhir kembali tak menemukan titik temu.

Pertemuan tertutup dihadiri Ketua Komisi D Mukhasiron dan anggota, Ketua KONI Antoni Alfin, Manajer Persiku Sunarto, dan Askab diwakili Sekretaris Umum Syafiq Arrosyid.

Suasana pertemuan di ruang rapat komisi D tersebut diduga cukup panas. Hal itu terlihat dari walk outnya salah satu peserta rapat Sandung Hidayat yang meninggalkan arena rapat.

Sandung Hidayat, anggota komisi D dari fraksi Partai Gerindra walk out dari rapat akibat Askab PSSI Kudus dianggap tak serius menpersiapkan data dan anggaran (Foto: YM)

Menurut Sandung, ketidakhadiran bendahara Askab dalam rapat dinilainya bahwa rapat ini belum siap karena hal tersebut membuat sejumlah pertanyaan soal penganggaran tak terjawab.

”Saya tinggalkan rapat saja, karena wakil dari Askab yang hadir dalam pertemuan tidak dapat menjawab berbagai pertanyaan soal data dan anggaran Persiku. Dengan alasan bendaharanya tak datang,” kata politisi Partai Demokrat tersebut.

Sejak awal, dia menyatakan apakah perwakilan Askab dapat menjelaskan berbagai hal menyangkut penganggaran Persiku. Faktanya, belum cairnya dana Persiku belum dapat dijawab dengan baik.

“Ini rapat tidak jelas arahnya. Sampai sore tak akan selesai kalau seperti ini terus. Kalau dana tidak segera cair, Persiku Kudus kemungkinan gagal berkompetisi,” jelasnya.

Manajer Persiku Sunarto usai rapat menyebut akan digelar pertemuan kembali melibatkan Askab, KONI dan manajemen Persiku lama.

Saat ditanya awak media apakah terkait dengan hutang manajemen tim sebelumnya, Sunarto tidak menjawab.

Dia mempersilahkan menanyakan hal tersebut kepada Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Aset Daerah, Eko Djumartono. Namun saat ditanyakan kepada pejabat terkait, yang bersangkutan tidak memberi jawaban.

Sejumlah sumber yang layak dipercaya mengatakan, ada tengara sisa anggaran Persiku yang ada di tangan Askab, sudah digunakan untuk membayar hutang manajemen Persiku musim sebelumnya.

Seperti diketahui menurut ketua KONI, sebelumnya Askab PSSI Kabupaten Kudus mengajukan Anggaran ke KONI untuk TA 2020 sebesar Rp 3,180 Miliar. Namun anggaran terealisasi sebesar Rp. 2,5 M.

Dari Anggaran Rp. 2,5 M tersebut sampai saat ini sudah ditransfer ke rekening Askab PSSI Kudus sebanyak Rp. 2 M.

Di pihak Askab, uang 2 M dari Koni itu perinciannya adalah sebanyak Rp. 1,7 M untuk Persiku Senior di Liga 3 dan Rp 300 Juta untuk Persiku Junior. Sebelum masa Pandemi Covid-19 (bulan Maret 2020) pihaknya sudah mencairkan Rp 400 Juta ke managemen Persiku.

Sementara Managemen Persiku awal bulan Maret 2020 mengaku sudah mendapat dana Persiapan sebesar Rp. 400 Juta dari Askab. Dengan ada tuntutan dari Suporter Persiku dan Persiapan Laga Liga 3 yang ada wacana akan digelar di bulan November 2020 Persiku sudah melaksanakan seleksi Pemain dan Sudah terbentuk Tim Persiku pihaknya meminta Tambahan Dana utk kelanjutan persiapan Liga 3.

Namun dari Askab PSSI Kudus tidak ada kejelasan penambahan dana dengan alasan RAB dan LKPJ serta kejelasan Kompetisi Liga 3. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :