Pati, ISKNEWS.COM – Banjir yang menggenangi lahan pertanian Desa Purworejo, Kecamatan Pati Kota, Selasa (06-02-2018) kemarin. Mengakibatkan, seluas 200 hektare tanaman padi siap panen terancam gagal panen.
Hal tersebut diungkapkan Karsono, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Purworejo, Kamis (08-02-2018). Menurutnya, akir Februari, petani Desa Purworejo akan memasuki musim panen. Namun, akibat lahan pertanian terendam banjir, membuat petani terancam gagal panen dan akan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
“Jika tidak kebanjiran saya perkirakan akhir bulan ini, sudah bisa panen. Dari 250 hektare lahan pertanian di Desa Purworejo, ada sekitar 200 hektare lahan padi siap panen yang terendam banjir,” ujarnya.

Lanjut dia, “Jika tiga hari kedepan, tidak ada hujan dan banjir di area persawahan surut, kemungkinan padi masih bisa dipanen. Tapi jika hujan masih terus turun, saya pastikan petani akan gagal panen.”
Selama ini, dirinya mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan pihak dinas terkait, mengenai penanggulangan bencana bajir musiman yang selalu merendam lahan pertanian di Desa Purworejo, namun sampai saat ini belum ada solusi terbaik.
“Saya sudah koordinasi dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Pati dan pihak Balai Besar Provinsi Jawa Tengah, terkait penanganan banjir musiman ini. Bahkan saya juga sempat minta agar dibuatkan Kali Sodetan yang langsung menuju ke laut. Namun pihaknya mengatakan, menemui kesulitan soal pembebasan lahan program tersebut,” pungkasnya. (WJ/AM)











