Ratusan Liter Ginseng Diamankan

oleh -1457 Dilihat

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Satuan Sabhara Polres Jepara mengamankan sekitar 240 liter ginseng siap edar. Ratusan liter miras dengan kadar alkohol 45 persen itu diamankan dari salah seorang agen Khoirul Basyar (43) warga Kelurahan Ujungbatu Kecamatan Kota, Jumat (9/6/2017) sore. Pemilik kini masih diamankan di Mapolres Jepara untuk dimintai keterangan. Penjual akan dikenai pasal tindak pidana ringan (tipiring).

Kasat Sabhara Polres Jepara AKP Usman Junaidi mengatakan, pengungkapan kasus jual beli miras ini didasari laporan masyarakat jika yang bersangkutan biasa memperjualbelikan miras khususnya jenis ginseng. “Laporan dari masyarakat itu kemudian kita tindaklanjuti, dan ternyata benar di Rumah korban didapati delapan jerigen ukuran 30 liter,” kata Usman, Sabtu (10/6/2017).

Dari tangan pelaku, polisi menyita delapan jerigen ginseng, satu ember besar untuk mengoplos serta beberapa peralatan lain yang digunakan pelaku untuk mengoplos miras tersebut. “Barang haram itu kita sita dari rumahnya langsung. Tersangka akan kita tipiring,” tandasnya.

Di lokasi lain, katanya, polisi juga melakukan razia miras di Desa Menganti Kecamatan Kedung. Hanya saja diduga lantaran razia tersebut bocor, pemilik miras membuang semua barang dagangannya ke dalam sumur miliknya. “Pemilik ini menutup pintu rumahnya dan dibelakang rumahnya membuangi semua mirasnya ke dalam sumur,” ujarnya.

Sementara itu, penjual ginseng KB mengatakan, barang haram itu didapat dari Semarang beberapa waktu lalu sebelum puasa. KB mengaku sudah setahun ini menjual ginseng. “Saya jualnya per jerigen isi 30 liter kepada bakuk-bakul,” akunya.

KB menambahkan, untuk setiap jerigennya, dia membeli seharga Rp.600 ribu dan olehnya kembali dijual dengan harga Rp.700 ribu. “Barang dari Semarang ini murni alkohol 45 persen. Di tempat saya kemudian saya campur dengan air gula dan dijual kembali,” imbuhnya.

Khoirul mengaku rata-rata dalam seminggu bisa menjual 7 hingga 8 jerigen isi 30 liter. Hanya saja, menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir ini cukup sepi, lantaran tidak banyak pentas dangdut. “Biasanya yang beli dari seputaran Kecamatan Kota, tapi ini lagi sepi. Beda jika saat musim pentas dangdut,” jelasnya. (ZA)

No More Posts Available.

No more pages to load.