Ratusan Pelaku UMKM Kudus Ikuti Workshop Tata Kelola Pembukuan Usaha

oleh
Ratusan Pelaku UMKM Kudus Ikuti Workshop Tata Kelola Pembukuan Usaha
Foto: Ngatidjo, profesional Trainer koperasi dan umkm dari Yaogyakarta saat mengisi materi pada workshop umum KPP Pajak Pratama Kudus. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM — Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kudus mengikuti sosialisasi yang digelar selama dua hari oleh KPP Pajak Pratama Kudus, Selasa – Rabu (18-19/9/2018) di RM. Ulam Sari Kudus.

Sedikitnya 100 pelaku UMKM tersebut terdiri dari beberapa klaster, diantaranya makanan dan minuman, bordir, logam, gebyog, usaha tas dan bordir, serta sejumlah pedagang di Pasar Kliwon Kudus.

Bekti Wijayanti, Kasi Ekstensifikasi dan penyuluhan KPP Pratama Kudus membeberkan, kegiatan yang mengambil tema “Omzet Pesat, Pembukuan Rapi Setengah Persen, Sepenuh Hati”, bertujuan untuk mengedukasi para pelaku UMKM.

TRENDING :  Dinsos P3AP2KB Kudus Peringati Harganas, Ingatkan Pentingnya Cinta Dalam Keluarga

Ia membeberkan, Diharapkan pelaku UMKM bisa memproses pencatatan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut.

Selain itu, kami juga mensosialisasi ke pelaku UMKM terkait pajak umum 0,5 persen, Diketahui, tatif Pph Final UMKM resmi turun dari 1% menjadi 0,5%. Perubahan tarif PPh Final UMKM tersebut tercantum dalam PP No. 23 Tahun 2018.

TRENDING :  Ajang Pameran Terbesar Expo Kudus 2016 Sore Nanti Di Buka

Peraturan Pemerintah tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu tersebut merupakan pengganti atas PP No 46 Tahun 2013.

Perubahan tarif yang efektif diberlakukan mulai 1 Juli 2018 adalah salah satu poin penting dalam PP baru ini. Namun, ada sejumlah ketentuan yang tidak kalah penting untuk diketahui wajib pajak. Berikut ini 7 poin penting dalam PP No. 23 Tahun 2018

TRENDING :  Ingin Hadiri Perayaan HUT Kudus Ke-467 Tahun? Berikut Lokasi Parkirnya

Sementara itu, Sahri Baidhowi dari UMKM Klaster logam Hadipolo yang menjual produk kerajinan hasil logam pisau menyambut baik dengan adanya pelatihan ini yang diagendakan oleh KPP Pratama Kudus. Selama ini, Ia kesulitan dalam hal pembukuan untuk mencatat keluar masuknya uang dalam usahanya.

“Saya sambut baik hal ini kang, saya kesulitan nih dalam melakukan pembukuan, maklum belum menguasai. Pengen mengatur skema penjualan. Semoga dengan adanya pelatihan UMKM ini kesulitan saya bisa terurai,” katanya (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :