Kudus, isknews.com – Ratusan relawan yang tergabung dalam Relawan FRPB BPBD, sejumlah anggota TNI dan Polri, Pol PP dan PMI beserta masyarakat warga Desa Golan Tepus Kecamatan Mejobo Kudus, pagi tadi melakukan kerja bakti bersama memperbaiki tanggul yang jebol pada empat titik jebolan pada ruas sungai Mrisen di wilayah terdampak RT 01, 02 dan 03 RW 02 desa tersebut.
Ditemui di lokasi, Kepala Desa Golan Tepus, Noor Taufiq menyampaikan, pihaknya mengaku sangat berterima kasih kepada para relawan yang telah ikut bahu-membahu memperbaiki kondisi tanggul jebol di wilayahnya.
“Tanggul ini tiba-tiba jebol kemarin, dan air sudah mulai menggenangi pemukiman warga, apabila ini terlambat di tambal sudah pasti jebolnya tanggul yang melintas di sebelah selatan wilayah desanya, diyakini akan masuk ke pemukiman warga dan menggenangi rumah-rumah warga yang tak jauh dari aliran sungai Mrisen ini,” katanya, Minggu (27/01/2019).

Tanggul di kawasan ini longsor pada Sabtu (26/01/2018) dini hari akibat besarnya arus air setelah hujan lebat beberapa hari sebelumnya.
“Hari ini tanggul yang diperbaiki pada empat titik adalah total sepanjang 12 meter, metodanya kami lakukan penambalan tanggul dengan menggunakan karung-karung plastik berisi pasir, yang berfunsi sebagai benteng penahan air,” katanya.
Bahkan dari pantauan media ini untuk proses pengangkutan karung sak pasir di beberapa tempat harus dilakukan dengan perahu karet, karena posisi tanggul yang diperbaiki, sebagian ada di seberang sungai.
Sehingga ratusan karung pasir harus diangkut secara estafet oleh relawan menuju ke lokasi tanggul yang berada dibelakang pemukiman warga.
“Kami juga berterimakasih kepada Dinas PUPR dan beberapa instansi terkait lainnya yang telah membantu menyediakan material, diantaranya bantuan pasir sebanyak empat dump, serta beberapa material lain dan peralatan,” ujarnya.
Disinggung mengenai solusi terbaik agar tak lagi terjadi jebol, Kepala Desa Taufiq mengatakan, solusi terbaik untuk menghindari jebolnya tanggul adalah sepanjang alur Sungai Mrisen ini semestinya dibuatkan talud.
“Agar didnding sungai ini kuat menahan laju arus sungai, dan juga harus disediakan minimal dua buah pompa air untuk menyedot air jika diketahui debitnya semakin tinggi, karena bagaimanapun sungai ini berada lebih tinggi dari posisi kampung pemukiman,” katanya.
Pelaksanaan kerja bakti yang juga diikuti oleh Camat Mejobo Harso Widodo dan anggota Muspika berakhir menjelang Adzan Dhuhur, setelah berhasil menambal semua titik kebocoran di empat titik lokasi di aliran sungai Mrisen yang melintasi Desa Golan Tepus.











