Replika Manusia Purba Goa Kidang Akan Segera Dibuat

oleh -315 Dilihat

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Menyusul banyaknya temuan arkeolog kerangka hewan ataupun manusia purba di Kabupaten Blora, Tim Pola Okupasi Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta akan membuat replikasi manusia purba di goa kidang.

Ketua Tim Pola Okupasi Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta Dra. Indah Asdikin Nurani mengatakan kerangka manusia prasejarah di Goa Kidang, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan akan dibuat replika setelah berhasil diangkat dan dipreparasi.

“Saat ini kami masih berada di lokasi Goa Kidang, tiga kerangka manusia prasejarah yang ditemukan diangkat, kemudian dilakukan preparasi dan proses penelitian lanjutan. Ke depan akan dibuat replika yang diharapkan bisa bermanfaat,” jelasnya, di Todanan.

Ia menjelaskan, para tim okupasi bertindak hati-hati sesuai prosedur yang ditentukan. Untuk kegiatan tahun ini dilaksanakan mulai 17 Maret hingga 29 Maret 2017. Tim okupasi yang ke sebelas kali ini melibatkan para arkelog, geolog dan sejumlah pakar yang membidangi dari Perguruan Tinggi seperi ITB dan UGM. “Ini yang ke sebelas kali kami melakukan tahapan okupasi di Goa Kidang,” jelasnya.

Penelitian di manusia purba dan prasejarah kawasan goa kidang dilakukan Balar sejak tahun 1997. Penelitian mengerucut ke kawasan karst Pegunungan Kendeng Utara pada tahun 2005, 2006 dan 2009.

Pada tahun 2009, Tim Pola Okupasi Balar Yogyakarta, menemukan artefak kerang, fragmen kerang, dan tulang binatang yang mengindikasikan di goa itu pernah menjadi hunian manusia pada kurun waktu tertentu.

Selain itu, tim menemukan pula fragmen tulang dan gigi homo sapiens. Penemuan terpenting oleh tim adalah tiga kerangka manusia prasejarah pada tahun 2011-2013 di kedalaman tanah 80-150 centimeter. Salah satunya ditemukan dalam posisi meringkuk, seperti bayi dalam rahim.

Tulang manusia itu usianya lebih kurang 12.000 tahun. Kondisinya sudah lapuk sehingga tim harus mengoles dengan cairan kimia sebelum dipindahkan. Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinporabudpar menggagas di kawasan tersebut sebagai museum alam untuk pendidikan yang keperuntukkannya bisa untuk kepentingan wisata alam dan penelitian bagi siswa, mahasiswa dan akademisi lainya. (**)

KOMENTAR SEDULUR ISK :