Respon Jembatan Rusak Sidorekso, DPUPR Akan Perbaiki Dengan Anggaran Rutin

oleh -137 kali dibaca
Lobang di Jembatan Sidorekso kini di tandai dengan Drum (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Menanggapi berita terkait kondisi jembatan Sidorekso yang mengalami kerusakan akibat munculnya lobang yang menganga dengan diameter kurang lebih 40 centimeter disalah satu sisi badan jembatan akses Desa Sidorekso dan Kedungdowo, seperti ditayangkan media ini kemarin (26/11).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Arief Budi Siswanto mengatakan, terkait kondisi jembatan Sidorekso tersebut pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai upaya salah satunya lewat mekanisme Bangub dan telah mereka ajukan.

“Namun belum direspon karena adanya pembatasan kebijakan anggaran dana akibat kondisi Force Majeure pandemi dimana terjadi pemangkasan sejumlah kegiatan diberbagai bidang termasuk pembangunan fisik,” ujar Arief yang ditemui di kantornya, Jumat (27/11/2020).

Diakui oleh pihaknya, penambalan atas lubang-lubang jembatan itu sudah beberapa kali pihaknya lakukan, namun mamang seringkali rusak kembali akibat tak kuat menahan beban lalu lintas harian jembatan tersebut.

“Insha Allah pada awal tahun depan 2021, kami akan lakukan perbaikan seperti yang kami lakukan terhadap jembatan Braholo di Desa Honggosoco, yakni kita sesek pada area yang rusak untuk kemudian akan kita perbaiki hingga landasan gelagarnya, dengan anggaran rutin,” terangnya.

Sebelumnya kepala desa Sidorekso Mochamad Arifin mengatakan biaya pembangunan ulang jembatan yang menjadi kendala penanganan di tingkat desa. Diperkirakan, butuh Rp 7 miliar untuk membangun jembatan baru di lokasi yang sama.

Senada, ditempat yang sama  Kepala Seksi Jembatan pada Bidang Bina Marga PUPR, Supriyadi menjelaskan, Jembatan yang mempunyai panjang 30 meter ini, dalam perawatannya akan sesek pada area berlubang. 

“Pengecekan juga bakal dilakukan pada gelagar kayu, untuk mengecek kekuatannya. Antisipasinya nanti kami akan upayakan penggantian gelagar kayu yang ada dengan stok kayu gelagar yang ada di tempat kami. Nanti kayu yang keropos kita ganti,” kata Supriyadi.

Pihaknya optimis perbaikan Jembatan Sidorekso-Blimbing Kidul yang melintas di atas Sungai Serang Welahan Drain (SWD) 2, Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, dengan metode yang mirip perbaikan jembatan Braholo ini akan bisa menjadi solusi bagi transportasi warga dalam waktu yang relatif lama.

“Apalagi Lalu lintas harian rata-rata (LHR) jembatan Sidorekso tak setinggi jembatan Braholo, jadi Insha Allah bisa teratasi, kalau idealnya sih memang dibangun ulang, namun dimasa seperti ini saya rasa kondisi anggaran masih berat,” kata dia.

Pihaknya mengatakan saat ini di area jembatan yang terdapat lobang menganga telah dia tandai dengan pemasangan drum bergaris zebra.

“Agar warga dan kendaraan para pengguna jalan lebih berhati-hati melintasinya,” tandas Supriyadi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.