Kudus, isknews.com – Bantuan subsidi upah (BSU) bagi para pekerja sebagai upaya menangani dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi telah disalurkan oleh pemerintah. Sasaran salah satunya termasuk kepada para pekerja rokok di Kabupaten Kudus sebagai penerima bantuan tersebut.
Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) mengaku akan mengawal penyaluran BSU bagi para pekerja rokok ini. Pengawalan ini dilakukan supaya bantuan bisa disalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
“Kami dari serikat pekerja ingin proaktif untuk mengawal bantuan tersebut agar bisa diterima ole seluruh pekerja rokok. Oleh karenanya kami akan berupaya sebesar mungkin mengawal dan memonitor agar para pekerja rokok yang menjadi anggota RTMM tercover semua oleh program itu,” ucap Ketua FSP RTMM-SPSI Kabupaten Kudus Subaan Abdul Rohman.
BSU ini diberikan kepada para pekerja dengan nominal senilai Rp 600 ribu. Bantuan ini disalurkan secara langsung ke rekening masing-masing pekerja yang menjadi penerima.
Subaan menjelaskan, pihaknya akan melakukan langkah antisipasi supaya penyaluran bantuan ini tidak terjadi masalah seperti di tahun sebelumnya. Pasalnya, kata dia, tahun lalu ada pekerja rokok yang tidak menerima bantuan tepat waktu.
“Tahun lalu ada yang tidak menerima BSU itu kami usahakan sampai bisa dapat bantuan itu. Jadi supaya tahun ini tidak seperti kemarin banyak yang tercecer, maka kami kawal benar-benar,” katanya.

Pihaknya menuturkan, pekerja yang belum menerima BSU bisa melaporkan kepada perwakilan FSP RTMM-SPSI Kudus yang ada di masing-masing gudang. Selanjutnya, rekening para pekerja yang belum menerima bantuan akan dikumpulkan dan dilaporkan kepada bank terkait yakni BRI.
“Sementara langkah awal yang kami lakukan adalah mengumpulkan rekening mereka yang belum menerima, lalu kami koordinasikan dengan pihak bank BRI. Pihak bank pun sudah kami hubungi dan bilang mau berkoordinasi jika ada kendala,” ungkapnya.
Ia menyebut, sudah ada laporan dari pekerja rokok yang mengaku belum menerima BSU. Pihaknya pun meminta Sub Unit Bantuan masing-masing untuk mendata pekerja yang belum menerima bantuan.
“Bantuan ini memang penyalurannya bertahap, yang belum menerima akan kami data dahulu, lalu kami coba pastikan dengan berkoordinasi dengan pihak bank,” tandasnya. (YM/YM)










