Total 5 Guru SMP 3 Jekulo Gugur Akibat Corona, Jangan Abaikan Prokes 3M

oleh -330 kali dibaca
Foto dokumentasi beberapa bulan lalu saat sebanyak 43 guru SMP 3 Jekulo di tes swab massal pasca meninggalnya kolega mereka akibat covid-19.

Kudus, isknews.com – Kabar duka kembali menimpa keluarga besar guru di wilayah Kabupaten Kudus, bertambah satu lagi tenaga pendidik dari SMP 3 Jekulo Kudus hari ini meninggal, menyusul 4 orang kolega guru disekolah yang sama sebelumnya, juga akibat corona. Sehingga kini total 5 orang guru telah gugur dari SMP negeri tersebut.

Kabar wafatnya seorang guru dari SMP 3 Jekulo tersebut dibenarkan oleh ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Kudus, Ahadi Setiawan, menurutnya guru tersebut sempat dirawat di RS Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati dan kemudian dirujuk di RS dr Karyadi Semarang.

“Meninggalnya sekitar habis Maghrib sore ini, di RS dr Karyadi, kami segenap korps guru ikut berbela sungkawa atas kembali gugurnya rekan kami dalam masa pandemi ini,” ujar Ahadi Setiawan, Minggu (06/12/2020).

Dari sejumlah sumber yang juga merupakan rekan sejawat guru, menyebutkan bahwa guru pengajar seni budaya tersebut berusia sekitar 30 tahun. Sebelumnya sempat dirawat di KSH Pati karena kekurangan HB dan dalam kondisi hamil.

“Karena kondisinya memburuk, oleh RS KSH kemudian pasien dirujuk ke RS dr Karyadi Semarang dan sejak malam Jumat menurut keluarganya, kondisinya sudah tak sadarkan diri, tadi sekitar pukul 18.24 WIB kakaknya memberitahukan kepada kami bahwa guru tersebut telah berpulang,” terang sumber tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa kondisi guru tersebut sedang hamil anak kedua dengan usia kandungan 4 bulan dan tinggal di wilayah Kecamatan Jekulo, Kudus.

Seperti diketahui bersama, sebelumnya tiga dari empat orang guru yang diberitakan meninggal, sebelumnya sempat pergi bersama serombongan guru dari sekolah tersebut dalam satu mobil mikrobus untuk melayat meninggalnya mertua salah satu rekan mereka yang berada di Purwokerto pada (8/11).

Selang dua pekan setelah kepulangan mereka dari Purwokerto, pada (23/11) seorang guru IPS meninggal (bukan peserta rombongan Purwokerto) lalu disusul pada (29/11) guru IPA meninggal dan esoknya (30/11) guru PKn juga meninggal, semuanya perempuan.

Tak lama (3/12) seorang guru IPA pria yang saat mertuanya meninggal sempat di kunjungi guru guru tersebut juga meninggal. Terakhir guru Seni budaya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.