Satu Sekolah Satu IFP, Disdikpora Kudus Dorong Digitalisasi Pendidikan

oleh -6 Dilihat
Foto: ilustrasi

Kudus, isknews.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus terus mendorong digitalisasi pendidikan dengan memastikan setiap sekolah jenjang SD dan SMP telah memiliki satu unit Interactive Flat Panel (IFP). Kehadiran perangkat ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih modern dan interaktif.

Program distribusi IFP merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah. Di Kabupaten Kudus, seluruh SD dan SMP tercatat telah menerima bantuan tersebut.

Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, mengungkapkan bahwa total sebanyak 423 unit IFP telah disalurkan ke sekolah dasar, sementara 54 unit lainnya diberikan kepada SMP. Setiap sekolah memperoleh satu perangkat untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, pemanfaatan IFP di sekolah sudah berjalan dengan baik. Para guru dinilai mampu mengoperasikan perangkat tersebut karena sebelumnya telah mendapatkan pelatihan penggunaan.

“IFP sudah digunakan di semua sekolah. Guru juga sudah memahami cara penggunaannya karena sebelumnya ada pelatihan. Pembelajaran jadi lebih interaktif karena tersedia berbagai fitur seperti kuis, video, dan permainan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini seluruh perangkat IFP masih berfungsi normal tanpa adanya laporan kerusakan. Namun, penggunaan IFP tetap membutuhkan dukungan koneksi internet yang memadai agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Untuk wilayah dengan jaringan internet yang kurang stabil memang sempat ada kendala, tetapi sekarang sudah bisa teratasi,” ujarnya.

Karena setiap sekolah hanya memiliki satu unit, pihak sekolah diminta mengatur jadwal penggunaan agar seluruh kelas dapat merasakan manfaatnya. Disdikpora juga menyarankan agar perangkat tidak sering dipindahkan dan ditempatkan di ruang khusus.

“Satu sekolah hanya mendapat satu IFP, jadi penggunaannya dijadwalkan bergantian. Kami sarankan tetap di satu ruangan agar lebih aman dan awet,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SD 1 Mlatinorowito, Nita Yuliani, mengaku kehadiran IFP membuat suasana belajar menjadi lebih menarik bagi siswa. Berbagai aplikasi yang tersedia dinilai mampu meningkatkan minat belajar anak.

“Banyak fitur seperti video interaktif dan permainan edukatif. Siswa bisa maju satu per satu mencoba. Materi pembelajaran juga lengkap dari kelas 1 sampai kelas 6,” paparnya.

Ia menyebut, penggunaan IFP di sekolahnya dilakukan setiap hari secara bergiliran. Hingga kini, tidak ada kendala berarti dalam pengoperasiannya.

“Penggunaannya cukup mudah, dan kalau ada kendala teknis bisa langsung berkoordinasi dengan Disdikpora,” katanya.

Nita berharap ke depan jumlah perangkat IFP dapat ditambah agar pemanfaatannya lebih maksimal dan tidak perlu bergantian.

“Kalau memungkinkan, setiap sekolah bisa mendapat tambahan unit, minimal tiga, supaya semua kelas bisa menggunakan secara bersamaan,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :