Sayid : Gunungan Sampah di Pasar, Dampak Ketersendatan Pengolahan di TPA

oleh -1,075 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Anggota komisi B DPRD Kudus Sayid Yunanta menyesalkan penumpukan keranjang-keranjang sampah di area lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) yang berada di sebelah selatan Pasar Bitingan Kudus, menurutnya hal itu berdampak bau dan kesehatan bagi para pedagang dan pengunjung pasar tersebut.

Sayid yang hadir ke Pasar Bitingan akibat aduan warga tersebut, dalam kunjungannya sempat berkomunikasi dengan para petugas kebersihan yang sedang membersihkan sampah di pasar dan mempertanyakan penyebab sejumlah penumpukan sampah yang lambat diangkat tersebut.

Menurutnya pemandangan sampah-sampah yang menggunung di area tersebut usai berkomunikasi dengan para petugas sampah, diketahui bahwa tersendatnya pengangkutan sampah ke TPA Tanjungrejo Kudus dalam beberapa pekan ini yang memang mengalami ketersendatan akibat rusaknya sejumlah alat berat pengelola sampah.

“Mereka mengatakan biasanya hampir setiap hari sampah langsung dibuang ke TPA Tanjungrejo, namun akibat ada kendala teknis di TPA dalam beberapa pekan sebelum lebaran hingga sekarang, sehingga sejumlah armada kadang terpaksa tak bisa mengangkut sampah Pasar Bitingan karena antrean yang panjang,” ujar Sayid menerangkan, Rabu (24/04/2024).

Permasalahan sampah di Pasar Bitingan pun telah dikomunikasikan Sayid dengan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus.

“Seharusnya permasalahan sampah yang kini masif dikeluhkan oleh warga itu ranahnya tetap pada pemimpin di Kudus. Karena beliau yang memiliki infrastruktur dan SDM untuk menangani masalah ini. Termasuk pola pengiriman sampah di TPA Tanjungrejo belum normal seperti biasa, karena terkendala alat berat yang digunakan untuk menata sampah mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Dikatakannya, rutinitas mereka dalam sehari, mengirim tiga sampai empat kali sampah dikirim ke TPA. Tapi ini yang sejak hari minggu ada yang belum diangkut.

“Kalau begitu ini harus dipilah masalah prioritas saja mana yang seharusnya diangkut terlebih dahulu, first come first go” ujar Sayid menirukan sebuah ungkapan.

Oleh karena hal tersebut, kini sampah di Pasar Bitingan yang biasanya diangkut tiga kali sehari, saat ini hanya 2 kali dalam sehari.

“Harapan kami ini bisa segera terselesaikan, mereka juga ingin agar setiap hari minggu juga ada pengambilan sampah, sehingga bisa mengurangi masalah sampah di Pasar Bitingan selama ini,” ujar Sayid.

Lebih lanjut, Ketua DPC PKS Kudus ini mengaku bahwa persoalan sampah itu kompleks. Menurutnya, setiap warga Kudus tiap harinya menghasilkan sampah mencapai setengah kilogram.

Untuk itu, butuh kerja sama semua pihak agar persoalan sampah di Kudus ini dapat terselesaikan segera.

Sementara itu, Koordinator Pasar Bitingan, Muhammad Toha mengatakan bahwa pengambilan sampah dari pasar ke TPA mengalami sedikit kendala.

Bila biasanya sampah yang dikirim bisa 3 kontainer dalam sehari, kini hanya 2 kontainer saja. Alasannya karena ada ketersendatan saat di TPA.

“Kondisi ini sudah beberapa minggu, sampai sekarang masih tersendat,” katanya.

Toha berharap, pengiriman dari Pasar Bitingan ke TPA Tanjungrejo bisa berjalan seperti biasanya.

Pun dirinya meminta di hari minggu, TPA Tanjungrejo tetap dibuka agar sampah dari Pasar Bitingan tetap bisa dibuang ke TPA.

“Kalau hari minggu dibuka, pembuangan sampah akan lancar, tapi kalau ditutup, sampah di sini akan menumpuk,” ucapnya.

Seorang pedagang juga mengeluhkan berkurangnya pembeli akibat bau menyengat yang melanda kawasan tempatnya berdagang buah-buahan di pasar tersebut. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.