Sebagian Besar Nelayan Masih Bertahan Pada Cantrang

oleh -247 Dilihat

Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Meski telah diberi kelonggaran waktu untuk segera beralih alat tangkap dari cantrang ke alat tangkap lainnya selambat-lambatnya hingga 30 Juni 2017 mendatang, namun sebagian besar nelayan cantrang di Rembang masih bertahan untuk menggunakan alat tangkap tersebut. Padahal secara keseluruhan nelayan cantrang di Rembang sudah menanda tangani pakta integritas yang berisi kesanggupan untuk beralih meninggalkan cantrang.

Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) Tasikagung Rembang, Sukoco memastikan di daerah Tasikagung dan sekitarnya sudah ada sedikitnya 252 nelayan cantrang yang menyatakan diri sanggup untuk beralih alat tangkap dari cantrang ke gillnet dengan menandatangani pakta integritas. Sayangnya penanda tanganan tersebut tidak diiringi dengan aksi nyata dari para nelayan tersebut.

“Dari jumlah nelayan yang sudah menyatakan diri sanggup beralih alat tangkap, baru ada 10 persen yang benar-benar sudah mengganti alat tangkap cantrang. Padahal ini sudah bulan Maret, sedangkan batas akhir jatuh tempo pada akhir bulan Juni besok,” ungkapnya.

Ia mengaku, nelayan yang hingga kini belum merekondisi kapalnya untuk berganti alat tangkap cantrang ditengarai masih reposisi menunggu kebijakan lebih lanjut. Diduga, penandatanganan pakta integritas hanya sebagai dalih para nelayan untuk bisa mendapatkan ijin melaut.

Dengan minimnya komitmen nelayan untuk beralih alat tangkap, menurutnya pemerintah perlu melakukan terobosan-terobosan baru untuk mengatasi, apabila sampai jangka waktu relaksasi habis, namun masih banyak nelayan yang belum beralih alat tangkap.

“Para nelayan cantrang banyak yang terkendala soal pendanaan, sehingga keberatan jika harus menghutang lagi. Saat ini mereka justru berfikirnya yang penting bisa melaut dan mendapat untung, tanpa berfikir beralih alat tangkap yang telah direkomendasikan oleh pemerintah,” akunya.

Hamzahar, salah satu nahkoda KM Putra Indah II mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum ada rencana untuk beralih alat tangkap. Pasalnya hutang untuk modal pada sebelumnya masih belum lunas.

“Mau gimana lagi, orang hutang sebelumnya masih belum lunas, masak mau menghutang lagi. Kalau nelayan cantrang disuruh berganti alat tangkap jelas akan ada banyak kendala,” ungkapnya. (Arif S)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.