Sempat Jadi Tukang Parkir Untuk Kumpulkan Modal, Bisnis Florist Ini Bisa Tembus Sampai Jepang

oleh -2.825 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Tangan terampil dari seorang pemuda di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dia secara otodidak merintis bisnis florist atau merangkai bunga dan terbilang sukses dalam jangka waktu 2 tahun.

Pemuda tersebut adalah Aji Pranata (21 tahun), pemuda yang juga sempat menjadi juara di bidang olahraga, khususnya cabang olahrga (cabor) gulat. Memilih berbisnis florist karena dinilai menjadi bisnis yang menjanjikan dan banyak diminati oleh berbagai kalangan.

Aji, sapaan akrabnya, mengaku sempat kesulitan saat merintis bisnis Agfi Florist miliknya. Mulanya, dia membuat buqeut bunga dari kain satin dan flanel. Dengan modal coba-coba, dia membuat sendiri bunga dari kain tersebut dengan bentuk sesuai seleranya sendiri.

“Saya buat bentuknya sendiri, tidak niru-niru atau lihat dari youtube. Saya buatnya simple dan beda memang,” ujarnya, saat ditemui di kediamannya, Senin (3/01/2022).

Meski begitu, banyak yang menggemari buqeut bunga satin buatannya. Bahkan pada awal-awal perintisan tahun 2019 silam banyak pesanan yang datang, baik dari dalam maupun luar kota.

“Saya mulainya itu agustu 2019, sempat off juga beberapa bulan setelah itu,” katanya.

Pada saat vakum beberapa bulan, lanjut Aji, dia sempat menjadi tukang parkir untuk mengumpulkan modal. 3 minggu menjalani petugas parkir, dia berhasil membangkitkan kembali bisnis floristnya hingga besar seperti saat ini.

“Dulu itu terkumpul Rp 100 ribu untuk modal florist lagi,” tuturnya.

Saat ini, sudah banyak berbagai jenis florist yang Aji kembangkan. Tidak hanya buqeut bunga dari satin maupun flanel, dia juga membuat buquet dari bunga segar serta plastik. Selain itu, dia juga merambah ke dekorasi dinding, dekorasi lamaran, karangan bunga papan, dan kreasi-kreasi lainnya.

Untuk jenis buqeut bunga sendiri, Aji mengaku sudah memiliki lebih dari 100 katalog. Bagi yang ingin memesan sesuai permintaan pun dia layani dengan baik. Seperti, bentuk atau konsep serta membuat mengganti bunga dengan jajan dan barang lainnya.

Sementara untuk harganya senidiri, dipatok mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 650 ribu. Tergantung dari besarnya, jenis bunganya, hingga konsep yang diinginkan.

“Tapi kalau ada permintaan dari pembeli mau seperti apa konsepnya, tetep saya layani nanti saya pertimbangkan sesuai budget,” jelasnya.

Sampai saat ini, penjulan florist milik Aji sudah melalang buana hampir seluruh Indonesia. Bahkan, florist buatannya sempat terjual hingga ke Jepang.

Dalam sebulan, rata-rata dia bisa menjual 30 sampai 50 buqeut bunga. Belum termasuk penjualan karangan bunga dan kreasi lainnya yang bersifat kondisional. Sementara untuk dekorasi lamaran, Aji mengaku tiap bulan pasti memesan jasanya meskipun hanya satu pesanan.

“Saya buatnya tidak menyetok, tapi sesuai pesanan, Alhamdulillah tiap hari pasti ada,” tukasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.