Sempat Mati Suri, Pemuda Pancasila Rembang Aktif Kembali

oleh -324 Dilihat
Pemuda Pancasila
Foto: Setelah pelantikan seluruh pengurus MPC Rembang bersama Ketua MPW dan Bupati, foto bersama. (Rendy/ISKNEWS.COM)

Rembang, ISKNEWS.COM – Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Rembang, sebelumnya sempat mati suri. Kini setelah melantik Majelis Pimpinan Cabang (MPC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang dilakukan di Pendopo Museum RA Kartini, Minggu (11-02-2018), merupakan wujud bahwa organisasi tersebut masih bergaung.

Maulana dari Desa Sumberjo, Kecamatan Pamotan, terpilih sebagai Ketua periode 2018- 2022 secara aklamasi. Setelah dalam pemilihan ketua MPC itu, Samsul Huda yang berasal dari kecamatan yang sama mengundurkan diri.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Jateng, Bambang Eko Purnomo. Turut hadir Bupati Rembang Abdul Hafidz selaku Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO).

Bambang Eko, saat disinggung mengenai Ormas yang sempat mati suri ini menjelaskan, dirinya membangkitkan lagi Ormas yang sudah lama vakum ini, karena para kader PP bisa menjadi garda terdepan, ketika ada yang mencoba merongrong Pancasila. Berasaskan Pancasila, Ormas ini memiliki tugas untuk menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI.

“Pemuda Pancasila merupakan organisasi masyarakat berasaskan Pancasila yang memiliki tugas untuk menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI. Saya yakin banyak yang mau gabung, apalagi di keanggotaan Pemuda Pancasila ini lintas suku, agama, partai, semua bisa bergabung tanpa membedakan latarbelakang,” jelasnya.

Dengan terbentuknya pengurus Rembang, dirinya berharap organisasi ini bisa semakin besar. Dilihat dari keanggotaannya, organisasi ini memiliki anggota sampai ke tingkat RT, sehingga bisa membumikan Pancasila di masing-masing RT.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menegaskan, siap membimbing PP ke depan. Apalagi akhir-akhir ini, banyak kelompok-kelompok yang ingin menghilangkan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Berbagai latarbelakang semua ada di sini, ada banyak partai, suku dan agama semua masuk. Sehingga, kita harus sadar negara kita ini beranekaragam suku, bahasa tetapi tetap Bhineka Tunggal Ika, maka Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara lain,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan, bahwa tidak zamannya yang berbeda dianggap musuh. Keberagaman harus dijadikan kekuatan Pemuda Pancasila untuk membesarkan organisasi. “Sudah tidak zamannya yang beda itu musuh, perbedaan itu harusnya bisa jadi kekuatan untuk membesarkan organisasi.”

Dilihat dari berbagai macam latarbelakang anggotanya, Ormas ini dirasa juga mampu menjaga keutuhan Pancasila. Mengingat, saat ini banyak kelompok- kelompok yang ingin menghilangkan Pancasila sebagai Ideologi bangsa. (RTW/AM)

No More Posts Available.

No more pages to load.