Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Rusaknya jalan halaman Terminal Kembang Joyo Pati yang selama ini dikeluhkan warga, akhirnya dibenahi. Untuk menanggulangi kerusakan kembali, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pati, melangsungkan pengecoran untuk meningkatkan jalan tersebut. Tak main-main, dana yang dikucurkan dalam pembenahan itu mencapai Rp 990.887.000.
“Karena Terminal Kembang Joyo Pati perlu direnovasi, itu pengecoran dalam terminal dan halaman parkir kendaraan. Kalau dicor kan lebih tahan lama, dari pada di aspal saja, soalnya kalau musim hujan seperti sebelumnya itu gampang rusak,” ungkap Kepala Terminal Kembang Joyo, Suparjo saat ditemui isknews.com, Senin (21/08/2017) siang.
Rencananya, jalan seluas 10 x 70 meter tersebut akan dibeton seluruhnya, dan selesai dua bulan kedepan. Hanya saja, untuk menghindari kemacetan dalam terminal, sementara baru sisi sebelah Utara dahulu yang dikerjakan.
“Pengerjaannya sudah satu minggu lalu, setelah sebelah Utara betonnya mengeras, baru dilanjutkan yang sebelah Selatan. Ini kami siasati untuk mengantisipasi kemacetan,” jelas Suparjo.

Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang biasa mangkal di sebelah Utara ruang tunggu, dialihkan ke Selatan. Sedang, bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Purwodadi dipindah ke terminal Angkutan Desa (Angkudes).
Suparjo menerangkan, setiap hari ada ratusan bus yang keluar masuk terminal. Yakni, kurang lebih 50 bus AKAP, AKDP Jepara-Pati sebanyak 50 bus dan AKDP Purwodadi-Pati juga 50 kendaraan.
Sementara itu, Paguyuban Agen Bus Terminal Kembang Joyo Pati yang enggan disebutkan namanya mengatakan, revitalisasi tersebut tidak tepat sasaran. Harusnya, pihak PUPR Pati melangsungkan pembenahan saluran air terlebih dahulu, baru setelahnya pembenahan jalan.
“Harusnya saluran air dulu, meski dibenahi terus jalannya, kalau tidak dibenahi salurannya, tiap musim hujan pasti akan banjir dan rusak lagi,” tukasnya.
Akibat revitalisasi peningkatan jalan, dia mengungkapkan, setiap pukul 15.30 WIB terminal sering mengalami kemacetan. Bahkan, kemacetan tersebut berlangsung cukup lama yang mangakibatkan aktifitas jasa transportasi sedikit terhambat.
“Biasanya macetnya cukup lama sampai 1,5 jam, sore biasanya sekitar jam 15.30 WIB. Ya cukup mengganggu mas,” keluhnya. (Wr)









