Siapkan belasan paket keterampilan, 400 pekerja RTMM Kudus antusias ikuti pelatihan

oleh -531 kali dibaca
Ketua Pimpinan Cabang (PC) FSP RTMM-SPSI, Subaan saat memantau kegiatan pelatihan menjahit yang digelar di sekretariat RTMM Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Kabupaten Kudus menggelar berbagai kegiatan pelatihan bagi pekerja rokok di Kudus.

Bekerjasama denngan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperinkop UKM) Kabupaten Kudus, RTMM berusaha menaikkan taraf hidup anggotanya dengan mengilkutsertakan para buruh dalam sejumlah agenda pelatihan dengan berbagai materi kegiatan.

Menurut Ketua Pimpinan Cabang (PC) FSP RTMM-SPSI, Subaan mengatakan, bentuk kerjasama yang dijalin yakni FSP RTMM-SPSI dengan BLK adalah pihaknya menyediakan fasilitas tempat untuk kegiatan pelatihan.

“Ada sekira 11 paket yang difasilitasi oleh pihak serikat pekerja rokok Kudus. Di antaranya, pelatihan menjahit dan tata boga yang tengah berlangsung hari ini, serta sebelumnya telah digelar pelatihan stir mobil dan desain grafis yang diikuti oleh keluarga buruh,” kata Subaan, Jumat (28/10/2022).

Saat media ini hadir di sekretariat RTMM jalan Sunan Muria, nampak sedang berlangsung dua kegiatan, yakni menjahit dan pelatihan membuat kue kering.

“Kegiatan pelatihan menjahit dan memasak dilakukan dengan membagi dua kelompok. Di mana, kelompok pertama diikuti oleh 16 peserta mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Sedangkan kelompok dua dengan jumlah peserta yang sama dimulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Untuk kegiatan ini kita memang kerjasama dengan BLK kudus, kita sudah ada kesepakan bahwa pelatihan kita adakan di siang sampai malam,” ujarnya.

Tujuan kegiatan digelar pada waktu siang mennjelang sore adalah agar tidak mengganggu jam kerja mereka di pabrik.

“Karena sebagian besar peserta adalah buruh. Para peserta pekerja rokok yang mengikuti pelatihan di kantor FSP RTMM-SPSI Kabupaten Kudus kesemuanya adalah pekerja rokok,” tutur Subaan.

Adapun pelatihan menjahit pakaian pria yang dilakukan kali ini dilangsungkan sejak tanggal 22 Oktober 2022 dan diperkirakan rampung pada November 2022 mendatang.

“Kalau pagi mereka masih bekerja sebagai buruh rokok, nah siangnya ikut pelatihan di sini,” tuturnya.

Subaan juga menyampaikan, saat ini sudah ada sekira 400 pekerja rokok di Kudus yang telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan di BLK. Pihaknya berharap, dengan mengikuti pelatihan ini, para pekerja rokok bisa memiliki bekal keterampilan untuk penghasilan tambahan.

“Kemudian, bisa ditingkatkan untuk bisa masuk di UMKM,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan menjahit, Rofiatul Munawaroh (46 tahun) yang merupakan buruh rokok di Djarum Kudus mengaku senang bisa mengikuti pelatihan dari BLK ini. Dirinya berharap, setelah nanti sudah pensiun dari buruh, keterampilan menjahit tersebut bisa menjadi pekerjaan sampingan di rumah.

“Belum ada pengalaman (menjahit) sama sekali. Awalnya memang susah, tapi senang. Nanti buat sampingan di rumah kalau sudah PHK,” katanya.

Untuk diketahui, selain pelatihan menjahit, FSP RTMM-SPSI juga memfasilitasi tempat untuk kegiatan pelatihan tata boga atau memasak. Pelatihan ini pun telah berlangsung sejak kemarin, Kamis (27/10) dan diperkiran rampung pada November 2022.

Kemudian, ada pula pelatihan setir mobil yang dilangsungkan di luar ruangan. Serta telah rampung pula pelatihan digital printing yang mana para pesertanya khusus bagi keluarga pekerja rokok, seperti suami atau anak dari buruh rokok di Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.