Kudus, isknews.com – Pelajar di SMP 5 Kudus kali ini sangat beruntung. Selama hampir sepekan terhitung mulai 17-21 Juli 2017 sekolah yang berlokasi di Jl. Sunan Muria No.58, Barongan, Kota Kudus ini telah kedatangan tiga orang mahasiswa asal Korea Selatan yakni Hyeong Hun Lee, Hyeon II Lee, dan Sung Hwan Park.
Mereka dari International ICT volunteer 2017, yang masuk dalam program “volunteer” pada Pengurus Pusat Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (Indonesia ICT Volunteer). Para mahasiswa Korea Selatan ini disebar di berbagai kota atau kabupaten yang ada di Indonesia.
Hal itu dikatakan Kepala Sekolah SMP 5 kudus, Abdul Rochim kepada isknews.com, kamis (20/7/2017).

Sebelum sampai Di SMP 5 Kudus, para relawan itu juga telah mengunjungi kabupaten Jepara pada pekan lalu. “Mereka hadir sebagai relawan untuk berbagi ilmu tentang penggunaan ilmu informasi dan teknologi atau pemahaman internet sehat,” ujar Rochim saat ditemui isknews.com diruang kerjanya, Kamis (20/7).
Kegiatan yang dilakukan volunteer (sukarelawan) ke sekolah-sekolah tersebut dimulai dari pengenalan Regos dan memperkenalkan tentang relawan TIK pada hari pertama menginjakkan kaki di sekolah ini.
Kemudian dilanjutkan dengan memberikan pelatihan Agen Perubahan Informatika (API) terkait penggunaan internet sehat cerdas, kreatif, dan produktif (incakap), dan Bimbingan Teknologi (Bintek) mengenai aplikasi scratch berupa visual programming yang bisa melatih kreativitas secara gratis.

“Goal dari kegiatan ini agar baik siswa dan guru dapat memanfaatkan TIK untuk pendidikan secara baik dan kreatif sekaligus adanya pertukaran budaya,” jelas Rochim.
Salah satu diantara tiga “volunteer” Hyeong Hun Lee mengaku senang bisa berbagi ilmu dan bertandang ke kabupaten Kudus, terutama di SMP 5 Kudus.
Mahasiswa yang mengaku baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Indonesia ini merasakan suasana yang berbeda dari negaranya, baik orang-orang nya, lingkungan, budaya dan juga kuliner-nya. ” Pihaknya sangat senang dan merasa nyaman disini,” imbuhnya.
“Saya dan teman-teman tidak hanya mengajarkan IT tetapi juga akan memperkenalkan permainan tradisional Korea kepada siswa,” Jelas Mark saat diwawancarai isknews.com dalam bahasa Inggris.
Tidak hanya berbagi ilmu, akan tetapi mereka bertiga (para volunteer) juga berkeliling Kudus mengunjungi tempat yang unik, dari kuliner, kebudayaan, keragaman yang ada di Kudus.
Seperti yang terlihat saat isknews.com menyambangi SMP 5 Kudus pada Kamis (20/7) siang, pelajar dari kelas 8 A berkesempatan diajak para “volunteer” untuk berkenalan dengan kebudayaan dan permainan tradisional khas Korea Selatan. Diantaranya permainan Jeggi-chagi (hampir mirip dengan sepak takraw), dan permainan Gonggi (hampir mirip dengan “bekel”).

Adelia (13), Salah satu siswi yang duduk di kelas 8 A itu mengaku sangat senang bisa bermain Gonggi. “Awalnya agak susah, namun lambat laun bisa lantaran saya coba berulang-ulang,” katanya.
Dirinya berharap, program semacam Ini bisa lebih sering-sering, karena bisa menambah pengetahuan, pengalaman, dan tentunya bisa melatih mental siswa siswi untuk berbicara langsung dengan bahasa inggris. “meski begitu, diakuinya ia bersama teman sekelas meminta tanda tangan dan foto bersama sebagai kenang-kenangan.” tutupnya (AJ)












