Kudus, isknew.com – Banyaknya bus berhenti dan parkir saat akhir pekan atau puncak hari libur nasional didepan gerai Mubarokfood Kudus, untuk menurunkan penumpangnya berbelanja oleh-oleh atau mengunjungi museum Gusjigang, sehingga keberadaannya seringkali menjadikan tersendatnya ruas Jalan Sunan Muria Kudus.
Seiring surutnya pandemi dan diperlonggarnya kebijakan pemerintah terkait pariwisata di Indonesia. Kini Kabupaten Kudus mulai kembali kedatangan para wisatawan terutama peziarah yang datang ke Kudus dengan moda transportasi bus, elf maupun kendaraan pribadi.
Tak ayal bisnis yang berkaitan dengan dunia pariwisata lainnya, seperti Jenang Kudus Mubarok yang sempat mengalami kelesuan saat masa pandemi kini
kedatangan mereka juga berdampak positif pada tingkat kunjungan ke gerai Mubarok Food yang berada di ruas Jalan jalur antara makam dua Wali di Kudus.
Toko yang berada di Jalan Sunan Muria nomor 33, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu hampir tiap hari kedatangan bus yang terparkir di bahu jalan. Ukuran bus yang panjang dan lebar sempat membuat kemacetan.
Bupati Kudus HM Hartopo sempat merasakan efek macet akibat parkir bus sekitar 15 menit di jalan. Pihaknya pun langsung menghubungi pihak Mubarok Food untuk mengurai kemacetan agar tidak terulang.
Tanpa menunggu lama, Pemilik Mubarok Food Muhammad Hilmy pun langsung beraudiensi dengan Hartopo. Agar kemacetan tidak kembali terjadi, pihaknya mengusulkan lahan berukuran dua ribu meter persegi miliknya untuk dijadikan lahan parkir bus.
Letaknya berada di gang Kyai Khidhir Desa Glantengan RT 3 RW 2, Kecamatan Kota, Kudus. Tepatnya di sebelah kiri Jenang Mubarok Food yang saat ini masih digunakan untuk parkir motor karyawan.
Staf Bagian Umum dan Teknik Mubarok Food, Tri Hartanto mengungkapkan setidaknya lahan yang disiapkan mampu menampung 10 buah bus. Sekat tembok yang saat ini ada di lokasi, nantinya akan dirobohkan. Membuat lahan semakin luas dan mampu digunakan untuk keluar masuk bus.

“Bisa, nanti bus bisa masuk ke sini. Tapi yang di pojok gang ada tiga PKL. Nantinya mereka akan kami relokasi dan kami tempatkan di tempat yang sudah kami sediakan,” ungkap Tri di kantornya, Senin (4/4/2022).
Dengan langkah ini, Tri yakin keruwetan di Jalan Muria akan teratasi. Pihaknya menceritakan, sebelum mengajukan kantong parkir, pihak Mubarok mengajukan dua hal. Yakni menurunkan trotoar atau memotong pohon di depan toko. Namun, usulan tersebut ditolak. Bupati menginginkan adanya kantong parkir. Pemilik Mubarok Food pun menyanggupi.
“Jadi nanti kami akan koordinasikan juga dengan Dinas PKPLH, Dinas Perhubungan, dan pihak desa. Karena untuk mewujudkan rencana tersebut, perlu kerjasama dari banyak pihak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus Catur Sulistiyanto mengaku telah melihat secara langsung lokasi yang akan dijadikan kantong parkir tersebut. Bersama dengan pihak Mubarok Food dan lainnya, pihaknya pagi tadi telah mendatangi lokasi.
“Ini merupakan sinergitas antara Dishub dengan Mubarok Food. Selama bulan Ramadan ini pengunjung tidak terlalu ramai, akan kami manfaatkan untuk menyiapkan lahan kantong parkir,” katanya. (My/YM)










