Sosialisasikan 4 Pilar dan Tangkal Radikalisme Anggota MPR RI Musthofa Sasar Milenial

oleh

Kudus, isknews.com – Dr H Musthofa anggota MPR RI yang sekaligus juga Komisi XI DPR RI memberikan sosialisasi tentang 4 Pilar Kebangsaan di hadapan ratusan siswa SMK Wisudha Karya Kudus.

Musthofa yang juga mantan Bupati Kudus ini menyasar generasi muda untuk memberikan pemahaman tentang empat pilar kebangsaan dari sudut pandang milenial.

“Kepada mereka didedahkan hakikat tentang Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. Untuk menangkal radikalisme yang dinilai semakin akut, negara mulai kembali menugasi aparaturnya untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan,” ujarnya, Selasa (26/11/2019).

Tangkal Radikalisme : Dr H Musthofa anggota MPR RI yang sekaligus juga Komisi XI DPR RI memberikan sosialisasi tentang 4 Pilar Kebangsaan di hadapan ratusan siswa SMK Wisudha Karya Kudus. (foto: YM)

Dihadapan ratusan siswa SMK Wisudha Karya Musthofa menjelaslan bahwa saat ini negara tengah dihadapkan dengan persoalan yang menyasar langsung landasan ideologi negara.

TRENDING :  Ketua Pansus I : Penetapan Kawasan LP2B Seluas 25 Ha, Persulit Pengembangan Industri dan Investasi

Persoalan tersebut yakni radikalisme. Pihaknya menganggap bahwa radikalisme bukan lagi menjadi isu semata. Melainkan nyata menjadi gerakan yang merong-rong keutuhan bangsa.

“Jika ada yang mengatakan ini hanya sebatas isu, berarti orang tersebut tidak memahami perjalanan gerakan radikalisme selama ini,” ungkap Musthofa.

Hal ini diyakini dapat menggembosi perkembangan kelompok radikal yang menyasar semua kalangan.

Dalam hal ini, Musthofa sengaja turun ke sekolahan sebagai target utama sosialisasi empat pilar kebangsaan. Sebab, menurutnya, di sekolah lah hakikat negara itu paling tepat untuk diajarkan.

Selain itu, kata dia, saat ini orang-orang yang bergerak dalam paham radikalisme sudah mulai menyelundupkan paham-paham ekstrimis di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Bagi pelajar yang tidak memiliki pondasi yang kuat tentang kaitan negara dan agama, akan sangat mudah terhasut dalam lingkaran radikalisme tersebut.

TRENDING :  Rapat Paripurna DPRD Kudus Nasdem Usulkan Pembangunan JUT Di 4 Desa

Pihaknya menilai, sebenarnya sebagian masyarkat Indonesia telah hafal dasar-dasar negara. Namun, untuk implementasinya, Musthofa merasa masih sangat minim. Oleh sebab itu, tak sedikit masyarakat yang mudah goyah dengan paham-paham baru.

“Generasi muda, khususnya pelajar harus kita selamatkan dari paham-paham radikalis-ekstrimis sedikitpun. Ini sangat bahaya untuk keutuhan bangsa,” tegas Musthofa.

Anggota MPR dan DPR RI Dr H Musthofa (Foto: YM)

“Sehingga siswa-siswi inilah harapan saya untuk membangun edukasi dan ediologi pancasila, membuat fondasi yang kuat sebagai anak bangsa, maka kami laksanakan di sekolah,” ujarnya.  

Ditambahkan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika perlu ditanamkan kepada jiwa generasi muda, agar tidak terkontaminasi paham-paham yang menyimpang dari empat pilar tersebut.  

TRENDING :  Malam Ini Dipastikan Akan Digelar Tes Urine Bagi Seluruh Anggota Dewan

“Saya rasa nilai-nilai pancasila ini semua orang paham, tetapi jarang orang yang mengamalkan. Kegiatan negatif setiap hari yang kita lihat itu, karena mereka tidak mengamalkannya. Padahal nilai-nilai pancasila yang ada sudah begitu sempurna,” tuturnya.  

Sementara itu, Fakhrudin, Kepala SMK Wisuda Karya, menyatakan bahwa sosialisasi semacam ini penting dilaksanakan di sekolah-sekolah. Sebab, menurutnya, negara juga harus hadir dalam lembaga pendidikan level bawah. Supaya persoalan apapun, terutama terkait ideologi, bisa diselesaikan sejak dari bawah.

“Kami harap semakin banyak pejabat negara yang hadir memberikan pemahaman terkait ideologi negara. Biar para pelajar bisa meneladani langkah negara dalam menyelesaikan persoalan tersebut,” harap Fakhrudin. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :